Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Minggu, 02 Januari 2022 | 17:09 WIB
Transaksi nontunai menggunakan QRIS Bank Syariah Indonesia.

Berbagai pendekatan melalui edukasi dan sosialisasi terus dilakukan, untuk kalangan industri Bank Indonesia melibatkan perbankan atau Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

"Bank Indonesia akan terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan, salah satunya melalui akselerasi 12 juta merchant QRIS di tahun 2021," ujar Kepala KPw Bank Indonesia Gorontalo Budi Widihartanto.

Ia menegaskan jika kondisi pandemi yang masih belum reda, membuat transformasi digital semakin penting, terutama dari sisi pembayaran sejalan dengan arahan Presiden RI dan dalam membantu pemulihan ekonomi nasional.

Kpw BI Gorontalo mencatat jumlah merchant pengguna QRIS di Provinsi Gorontalo hingga bulan Desember 2020 mencapai 15.657 yang terbagi di lima kabupaten dan satu kota.

Baca Juga: Pelaku Usaha di Bandar Lampung Didorong Pakai QRIS sebagai Kanal Pembayaran

"Untuk Kota dan kabupaten Gorontalo jumlah merchant sebanyak 11.792, Kabupaten Boalemo 838, kabupaten Gornotalo Utara 668, kabupaten Bone Bolango 838 dan Kabupaten Pohuwato 766.

PJSP pun memiliki strategi dan kekuatan masing-masing dalam menggaet industri untuk menjadi pengguna QRIS. Dari sisi inilah Bank Indonesia ikut memfasilitasi dan mendorong dalam hal kebutuhan sosialisasi terhadap merchant atau lembaga-lembaga sosisal.

Tentunya upaya yang dilakukan perbankan bermacam-macam serta bervariasi, ada yang berkerjasama dengan pihak lain seperti market place, ada juga dengan lembaga digital lainnya yang sudah memiliki jaringan.

Pengunaan QRIS dalam sektor pariwisata pun telah dilakukan, seperti di objek wisata Lombongo yang terletak di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango dan objek wisata Pantai Minanga di Kabupaten Gorontalo Utara.

Pedagang di pasar tradisional pun tidak luput dari sasaran pengguna QRIS, KPW Bank Indonesia pun menggandeng Dinas Perdagangan dan Perindustrian di kabupaten dan kota di Gorontalo melalui Partisipasi Edukasi Publik (PEP) menggandeng komunitas Pasar Liluwo dan Pasar Kamis Tapa sebagai pasar tradisional percontohan yang mengimplementasikan QRIS.

KPw BI Provinsi Gorontalo pun bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo mengadakan Partisipasi Edukasi Publik (PEP) dengan menggandeng komunitas Pasar Liluwo sebagai pasar tradisional percontohan yang mengimplementasikan QRIS.

Baca Juga: Mobil Terpental Hingga Masuk Jurang, Gubernur Gorontalo Dan Istri Bersyukur Masih Selamat

Budi Widihartanto mengatakan kegiatan PEP di Pasar Liluwo dihadiri 25 pedagang pasar dan 45 UMKM.

Load More