SuaraSulsel.id - Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bulog) Sulselbar Fahrurazi menyatakan siap menyalurkan beras.
Kepada 584.661 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sulsel sembari menunggu regulasi teknis dari kantor pusat.
"Bantuan pangan ini akan dirapel untuk penyaluran bulan Juni-Juli 2025 yang masing-masing per bulan 10 kg per kepala keluarga (KK) di 24 kabupaten/kota," kata Fahrurazi di Makassar, Rabu 9 Juli 2025.
Dia mengatakan, bantuan pangan tersebut dijadwalkan dialokasikan pada bulan Juli ini.
Penerima bantuan itu menggunakan data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial dan prosesnya masih menunggu regulasi teknis dari kantor pusat.
Untuk pelaksanaan di lapangan, lanjut dia, pada pekan pertama ini sudah mulai dipersiapkan berasnya, sarana dan prasarana yang dibutuhkan di lapangan
Termasuk melakukan koordinasi untuk persiapan penyaluran di lapangan, sehingga tinggal menunggu saat ada perintah dari pusat untuk penyaluran berdasarkan data nama dan alamat sehingga bantuannya langsung disalurkan.
"Saat ini, data yang kami pegang adalah data agregatnya Artinya jumlah total yang akan menerima titik namun siapa saja mereka masih menunggu data yang dirilis dari kantor pusat," ujar Fahrurazi.
Sementara dengan jumlah PBP itu, untuk alokasi 1 bulan sebanyak 5.840 ton telah disiapkan Bulog Sulselbar, sehingga jika dua bulan disalurkan sekaligus, maka akan dipersiapkan sebanyak 11.693 ton beras.
Baca Juga: Geger! Mantan Sekda Sulsel Tagih Gaji 8 Miliar, Pemprov: Dasar Hukumnya Mana?
Bantuan beras tersebut diharapkan bisa meringankan beban hidup di tengah masih belum stabilnya harga pangan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi.
"Kegiatan ini menjadi salah satu langkah mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi yang mana biasanya masyarakat akan sangat antusias untuk mendatanginya," ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan M Ilyas.
Menurut Ilyas, pemprov tidak hanya mengadakan gerakan itu saat mendekati hari besar keagamaan saja, tetapi juga saat harga sejumlah komoditas mengalami lonjakan, salah satunya beras.
"Kegiatan GPM inilah yang menjadi salah satu cara dalam melakukan intervensi, dan paling banyak dicari masyarakat," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar