Awalnya informasi yang didapatkan, kata Ari, bukanlah pembongkaran. Namun, saat tiba di lokasi ternyata memang pembongkaran yang terjadi.
"Kabarnya bukan pembongkaran yang kita dapatkan. Cuma pas sampai di situ ternyata pembokaran. Nah, sempat di depan Sekret UPPM sempat ditahan. Nanti dulu pak, jangan dulu membongkar karena kita sudah ajukan surat audiensi dan itu ditolak," terang Ari.
Mahasiswa yang menolak pembongkaran itu, berusaha menghentikan ekskavator tersebut sambil meneriakkan aksi protes seperti 'Kita Sudah Ajukan Audiensi Berhenti Membongkar. Kenapa WR III Tolak Ini Audiensi?' hingga berada di depan Sekretariat Seni UMI Makassar, mobil ekskavator pun berhasil dihentikan.
"Tapi tetap kukuh untuk membongkar dan sampai membongkar Sekret Seni, di situ mulai. Mungkin respon dari teman-teman yang kaget karena sempat di dalam ini masih ada orang yang istirahat. Karena tiba-tiba juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Spontan teman-teman mungkin ada yang melempar atau apa. Sempat juga saya dipiting sama Firman yang Kepala Satpam kalau tidak salah. Dipiting lalu dibanting ke tanah," ungkap Ari.
Karena banyak sekali massa yang protes, kata dia, aksi pembongkaran pun berhasil dihentikan. Ekskavator itu pun juga memilih untuk meninggalkan lokasi.
"Mundur ekskavator karena banyak sekali respon karena sempat juga ada yang naik ekskavator untuk suruh keluar itu supirnya. Dan banyak orang yang datang tidak tahu siapa. Dari depan, belakang banyak yang melempar. Jadi saya menyisihkan diri takutnya saya yang kena," beber Ari.
Jika pembongkaran secara paksa tersebut tetap dilakukan, katanya, maka kemungkinan besar akan ada korban yang ditimbulkan. Sebab, di dalam sekret masih ada orang yang beristirahat.
"Dibongkar paksa tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dan ada orang di dalam masih istirahat. Seandainya tidak ada respon dari anak-anak untuk hentikan ekskavator itu kemungkinan besar yang terjadi pasti akan ada korban karena masih ada orang di dalam," jelas Ari.
Ari mengaku heran terkait adanya surat laporan dari polisi yang diterimanya terkait pengrusakan dan penganiayaan saat terjadi peristiwa pembongkaran Seketarian UKM di UMI Makassar. Penyebabnya, karena hal tersebut tidak pernah dia lakukan. Sehingga, dirinya pun mendatangi Kantor LBH Makassar untuk meminta perlindungan hukum.
Baca Juga: 7 Masa Depan Lulusan Komunikasi, Apa Saja Prospek Kerja Ilmu Komunikasi?
"Kalau saya pribadi tidak ada yang saya rusak. Tidak ada pemukulan. Ke LBH untuk minta pendamping hukum," katanya.
Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando yang dikonfirmasi terpisah, mengaku belum mengetahui terkait adanya laporan terhadap dua mahasiswa Universitas Muslim Makassar mengenai kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan saat menolak pembongkaran Sekretariat UKM UMI Makasaar tersebut.
Tetapi, ia memastikan jika ada surat panggilan dari pihak kepolisian untuk melakukan klarifikasi. Maka sudah jelas hal itu bukanlah sesuatu yang dikarang-karang.
"Saya belum tahu ini. Undangan klarifikasi, apa benar. Saya belum lihat itu suratnya, yang jelas itu fakta. Tidak mungkin dikarang-karang kalau memang mahasiswa yang dilaporkan berarti dia yang menghalang-halangi dan diduga menganiaya itu. Dia yang dilaporkan," terang Lando.
Lando menduga orang yang melaporkan kedua mahasiswa tersebut atas kasus penganiayaan dan pengrusakan adalah internal UMI sendiri.
"Berarti mungkin UMI yang melaporkan dua orang itu. Memang begitu kalau merasa dia dirugikan, dia lapor. Tapi kalau memang laporan ke polisi pasti memang diundang karena ada laporan, tidak mungkin ini kalau tidak ada laporan kan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Latihan Pestapora Makassar Segera Digelar, Simak Cara Beli Tiket dan Nikmati Promo BRImo
-
Gubernur Sulsel Mulai Proyek Rp5,9 Miliar Demi Tuntaskan Banjir Luwu Utara
-
Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu