SuaraSulsel.id - Dua orang jurnalis kampus dari Unit Penerbitan Penulisan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UPPM UMI) Kota Makassar dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan dan pengrusakan. Saat menolak penggusuran Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMI Makassar.
Kedua mahasiswa yang dilapor tersebut masing-masing diketahui bernama Ari Anugrah dan Sahrul Pahmi dari Unit Penerbitan Penulisan Mahasiswa atau UPPM UMI Makassar.
Berdasarkan surat laporan Nomor B/3400/X/Res.1.6/2021/Reskrim tertanggal 30 Oktober 2021 yang ditujukan kepada Sahrul Pahmi, diketahui untuk melakukan klarifikasi biasa dalam perihal undangan klarifikasi.
Pada salah satu rujukan surat tersebut, terdapat poin yang menyatakan Laporan Polisi Nomor: LP/413/X/2021/Polda Sul-Sel/Restabes Makassar tanggal 16 Oktober 2021 tentang dugaan terjadi tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana atau pasal 406 KUHPidana.
Kemudian, ada juga poin seperti Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP Lidik/ 1486/X/Res. 1.6/2021/Reskrim, tanggal 21 Oktober 2021.
Untuk kepentingan penyelidikan perkara tersebut sebagai saksi. Ari dan Sahrul diharapkan untuk hadir memenuhi undangan untuk diambil keterangannya di lantai 2, Ruang Lidik I Pidum Satreskrim Polrestabes Makassar pada Selasa 2 November 2021 pukul 11.00 Wita, untuk keperluan klarifikasi.
Pada ujung bagian bawah kanan surat tersebut diteken oleh Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar AKP Jupri Natsir dan terdapat stempel warna biru yang bertulis kalimat Kepala dan Polri Daerah Sulawesi Selatan.
Ari Anugrah, salah satu mahasiswa UMI Makassar yang juga dilaporkan mengatakan, surat tersebut diterimanya, Senin (1/11/2021) pagi. Orang yang memberikan surat itu adalah Staf dari Nasrullah Arsyad yang diketahui merupakan Wakil Rektor III UMI Makassar, Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni.
"Tidak tahu juga siapa yang melapor. Tapi yang bawa suratnya dari Staf WR III tadi yang bawa suratnya ke sekret. Tadi pagi sementara saya istirahat juga datang. Dikasih bangun saya, kalau ada surat," kata Ari saat ditemui SuaraSulsel.id, di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Jalan Nikel, Senin 1 November 2021.
Baca Juga: 7 Masa Depan Lulusan Komunikasi, Apa Saja Prospek Kerja Ilmu Komunikasi?
Ari menjelaskan persoalan ini berawal dari aksi penolakan sejumlah mahasiswa yang menolak Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMI Makassar yang dikabarkan ingin digusur. Alasan penggusuran karena Sekret UKM tersebut ingin dipindahkan ke bangunan yang berukuran 3x3.
"Mau dipindahkan Sekret UKM. Katanya mau dibangunkan, cuma ukurannya 3x3. Kabarnya 3x3 itu untuk koperasi. Misalnya, kalau kita dipindahkan kita mau sekret di mana? Yang disediakan itu cuma tempat barang, tidak ada tempat yang bisa untuk menunjang kerja-kerja organisasi. Untuk barang saja," jelas Ari.
Karena menolak dipindahkan, Ari bersama rekan-rekannya kemudian mengajukan surat audiensi kepada Wakil Rektor III UMI Makassar Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni, Nasrullah Arsyad pada 21 September 2021 untuk membahas perihal pengosongan Sekretariat UKM UMI tersebut. Tetapi, tetap tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
"Itu yang kita ajukan audiensi terkait pengosongan UKM itu. Beberapa kali kita ajukan surat audiensi, kita ditolak mentah-mentah. Tidak melalui balasan surat juga. Karena kita sempat menyurat untuk audiensi, dibalas dengan kata tidak saja tidak dengan kata surat. Kita kirim surat audiensi ke WR III, beberapa kali begitu," kata dia.
"Banyak ini yang selalu datang tiap pagi ke sekret untuk suruh kita pindah. Kita tidak pindah karena memang tidak sesuai apa yang seharusnya, tidak sesuai dengan 3x3 ini. Kalau kita pindah, mau dipindahkan ke mana?," tambah Ari.
Hingga suatu hari, kata Ari, terdapat alat berat berupa ekskavator yang melakukan pembongkaran Seketariat UKM UMI. Tanpa adanya konfirmasi dan pemberitahuan yang diterima. Aksi pembongkaran ini terjadi pada 16 Oktober 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8