SuaraSulsel.id - Superhero lokal Indonesia tak kalah seru jika dibikin film. Sebut saja Gundala. Film Gundala diangkat dari novel karya Hasmi. Berikut sinopsis Gundala 2019 dan dan Putra Petir 1981
Ada dua versi Film Gundala hasil remake dirilis pada 29 Agustus 2019. Film Gundala garapan Joko Anwar ini berhasil mendaptakan respon yang cukup baik dari para pecinta film di seluruh dunia. Hal itu karena sinopsis Gundala yang diracik apik oleh filmmakernya.
Berikut adalah ulasan tentang sinopsis Gundala 2019 dan 1981, mari simak!
Sinopsis Gundala 1981
Cukup berbeda dengan film Gundala yang digarap oleh Joko Anwar, Gundala versi sebelumnya bercerita tentang kehidupan soerang insinyur yang memiliki ketertarikan dalam dunia kelistrikan. Salah satu ambisi Sancoko (Teddy Purbo) yang sangat ingin ia capai adalah membuat sebuah serum anti listrik.
Konon kekuatan kecepatan kilat dan kekuatan yang dimiliki Gundala untuk memberantas kejatahatan ia dapatkan ketika ia secara tidak sengaja pada sebuah pertemuan misterius antara dia dan sang Dewa Petir (Pitrajaya Burnama).
Hari demi hari berlalu, kini masalah mulai menghampiri Sancoko, Professor Saelan (Ami Prijono) dan insiyur Agus (August Melasz) yang kala itu sedang mengembangkan serum anti candu yang nantinya akan mereka gunakan untuk para korban kecanduan narkoba.
Namun perjalanan mereka tidaklah mudah ketika Gazul (WD Mochtar) sang gembong narkoba internasional tersebut mengetahui tentang penelitian yang coba dikembangkan oleh Sancoko dan timnya.
Sinopsis Gundala 2019
Baca Juga: Aktor Cecep Arif Rahman Dikabarkan Sakit, Iko Uwais Ungkap Kondisi Terkini
Sinopsis film ini menceritakan tentang kehidupan seseorang bernama Sancaka (Abimana Aryasatya) untuk bertahan hidup ditengah kehidupannya yang begitu berat pasca ditinggal oleh orang tuanya.
Masalah demi masalah mulai muncul saat kota dimana Sancaka tinggal semakin tidak kondusif, dimana saat itu ketidak adilan mulai meraja lela. Sancaka yang berprofesi sebagai seorang penjaga keamanan itu mendapati sebuah situasi dimana Wulan (Tara Basro) yang sedang mendapatkan gangguan dari sekelompok preman.
Para preman yang tidak terima dengan perilaku Sancaka akhirnya memutuskan untuk membalas perbuatan Sancaka sebelumnya, mereka melempar tubuh-nya dari puncak gedung. Saat tubuh Sancaka sudah terkapar di atas tanah secara tiba-tiba muncul sebuah kilatan petir yang menyambar tubuhnya.
Sambaran petir tersebut membuat Sancaka terbangun dari pingsannya, siapa sangka bahwa momen tersebut justru menjadi momen yang sangat berpengaru dalam kehidupannya setelahnya.
Tak disangka bahwa petir yang menyambar tubuh Sancaka saat ia sedang pingsan merangsang kekuatan super yang ada di dalam dirinya, semenjak kejadian tersebut ia memutuskan untuk membantu siapaun yang sedang dalam kesusahan.
Dalam mengarungi perjalanannya sebagai seorang pahwalan ia tidak sendirian, ia ditemani oleh Pak Agung (Pritt Timothy) dan Wulan.
Berita Terkait
-
5 Film Joko Anwar Selain Horor, Pengepungan di Bukit Duri Tayang Besok
-
Joko Anwar Soroti Kebijakan Pemerintah Soal Pangkas Anggaran Pendidikan: Adakah Harapan Tersisa?
-
Profil Febru Danar Surya, Ilustrator Bantul di Balik Koreografi Godzila Vs Gundala saat Lawan Jepang
-
Ilustrator di Balik Koreo Gundala vs Godzila di Laga Indonesia Lawan Jepang, Karyanya Curi Perhatian Dunia!
-
Dicap Doyan Kawin Cerai, Kalina Oktarani Ungkap Alasan Cari Pasangan Lagi
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Appi Batal Maju, Sinyal Hengkang dari Partai Golkar?
-
Mengintip Pertemuan Tertutup Kapolrestabes dan Kajari Makassar, Soliditas atau Sekadar Formalitas?
-
Kenapa Program Pembangunan Berkelanjutan Sangat Berdampak Bagi Infrastruktur Sulsel?
-
Pengacara: Bupati Gowa Walk Out Karena Hak Tidak Dipenuhi
-
Dukungan Ganda Musda Golkar Sulsel, Nasib Appi dan IAS Ditentukan Hakim Pengadilan?