SuaraSulsel.id - Para politisi sebaiknya bertemu dengan ulama dan meminta masukan terkait hal-hal yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini dikemukakan Ustaz Das'ad, saat ditemui Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan rombongan, di Makassar, pekan lalu.
"Pandangan bahwa politik harus dekat dengan ulama sebaiknya dijadikan tradisi semua partai. Keliru kalau seorang anggota DPR tidak mudah masuk Surga, keliru itu. Dunia politik itu sangat dekat dengan godaan karena ada kekuasaan. Dakwah dengan kekuasaan jauh lebih efektif. Itulah yang saya lakukan, berdakwah di depan para pejabat negara. Seperti yang diungkapkan Umar bin Khatab bahwa mustahil kau bisa laksanakan syariah tanpa kekuasaan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Muzani mengungkapkan, sebagai pimpinan partai, pihaknya merasa perlu banyak tahu apa yang sedang terjadi di masyarakat, dengan mendekatkan diri kepada tokoh-tokoh yang dianggap menjadi simbol masyarakat.
"Dalam pandangan kami, ulama, ustaz, habaib, kiai adalah mata hati masyarakat. Merekalah yang tahu tentang keadaan masyarakat. Karena itu, sebagai pimpinan partai, kami merasa perlu banyak tahu apa yang sedang terjadi di masyarakat. Caranya dengan kami mendekatkan diri kepada tokoh-tokoh yang dianggap menjadi simbol masyarakat, seperti Ustaz Das'ad Lafif," imbuhnya.
Muzani mengatakan, perjuangan politik memiliki tantangan dan godaan yang berat. Tapi perjuangan politik juga memiliki efektivitas dan manfaat yang sangat besar bagi pembangunan dan perubahan masyaramat.
"Kami memilih jalur perjuangan di medan politik, sementara Ustaz berjuang di medan dakwah. Perjuangan di medan politik penting bagi kami untuk terus diingatkan, agar kami konsisten dalam perjuangan. Antara niat suci perjuangan dengan jalan perjuangan menuju tujuan. Nasihat dari para alim dan orang soleh seperti Ustaz Das'ad penting bagi kami," tambahnya.
Menurut Muzani, model dakwah seperti Ustaz Das'ad perlu untuk ditiru dalam perjuangan politik. Dalam banyak ceramahnya, masyarakat sering diingatkan tentang berbagai macam kesalahannya dan kekurangan tapi dengan cara yang ringan dan jenaka, sehingga kesadaran untuk menyadari kekurangannya tumbuh dari cara ustaz menyampaikan.
Ustaz Das'ad Latif merupakan ulama kondang asal Sulawesi Selatan yang selalu tampil jenaka dalam setiap ceramahnya. Sering kali, cuplikan ceramahnya yang penuh gurauan viral di berbagai media sosial.
Muzani didampingi oleh anggota DPR RI Gerindra seperti Prasetyo Hadi dan Husni. Selain itu hadir pula Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPP Danang Wicaksana dan Wasekjen Fauzi Badilah.
Baca Juga: 6 Anak Ustaz Terkenal di Media Sosial: Ikuti Jejak Ulama hingga Bisnis Sendiri
Berita Terkait
-
Muktamar ke-34 NU di Lampung, GP Ansor tak Dukung KH Said Aqil Siradj sebagai Ketum PBNU
-
Calon Kuat Ketum PBNU, Gus Baha Ingin Mimpin NU bukan di Dunia
-
MUI: Vaksin Zifivax Halal dan Suci
-
Unggul Survei Calon Ketum PBNU, Begini Respon KH Marzuki Mustamar
-
Jelang Muktamar NU, Gus Yahya Disebut Bakal Bersaing dengan Said Aqil
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso