Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 04 Oktober 2021 | 11:35 WIB
Ilustrasi pemerkosaan

Saat itu, mereka janjian di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. SS menjanjikan investasi Rp50 juta di perusahaan tempat IMS bekerja.

SS kemudian menghubunginya untuk mengambil uang tersebut. Setahu IMS, mereka akan bertemu di lobby hotel.

Ternyata SS sudah memesan kamar. IMS memintanya untuk melakukan transaksi di lobby saja, namun ditolak oleh SS.

"Dia bilang tidak enak bawa uang banyak, dilihati banyak orang di lobby. Apalagi saya anggota dewan," ujar IMS.

Baca Juga: Soal Kader PKS Bisa Poligami Janda, PPP: Ranah Privat Jangan Dijadikan Komoditas Politik

IMS tak menaruh curiga. Sebab, di partai mereka cukup akrab seperti kakak adik. Tampang SS juga disebut sangat religi.

"Bahkan tidak pernah telat salatnya. Jadi saya tidak curiga sama sekali," bebernya.

Sesampai di kamar, IMS meminta Hand Phone SS untuk menginstal aplikasi investasi yang dimaksud. Namun, dalam waktu yang sesaat itu, IMS langsung melakukan tindakan asusila.

IMS mengaku sempat melawan, tapi sangat kuat untuk dikalahkan. SS sempat membuka jilbab dan bajunya.

Pada saat sudah setengah telanjang, tiba-tiba Hand Phone SS berbunyi. SS menengok dan mencari telepon genggamnya tersebut.

Baca Juga: Dokter Lapas Ditahan Polisi, Dituduh Membius dan Perkosa Seorang Polwan

Saat itulah IMS berusaha untuk kabur dengan keadaan setengah telanjang. Saat mau membuka pintu, SS menariknya dan memohon maaf.

Load More