Berdasarkan pemaparan Ketua IKA Perikanan UNHAS Bachrianto Bachtiar, dan Ketua Steering Committee Mubes IV Haripuddin, Mubes IKA Perikanan akan diramaikan sekitar 50 sampai 100 orang yang hadir langsung di lokasi acara, dan setidaknya 400 orang secara daring.
Untuk Kedaulatan Pangan
Tema Mubes adalah “Sinergi Alumni untuk Kedaulatan Pangan Negeri”. Hal ini menurut Bachrianto Bachtiar sangat beralasan, mengingat alumni Perikanan Unhas saat ini telah berkarir di beragam profesi dan terlibat di banyak sektor usaha, termasuk tentu saja penangkapan, budidaya, pengolahan hingga ekspor produk perikanan.
“Diperlukan kolaborasi dan sinergi untuk memaksimalkan pencapaian alumni, terutama dalam mewujudkan keadilan dan kedaulatan ekonomi. Terlebih kondisi hari ini, dimana seluruh dunia sedang mengalami perlambatan ekonomi akibat Covid-19, dan negara-negara pengekspor pangan, termasuk sumber pangan dari laut, agak menahan diri melepas produk mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Tambak Udang KKP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect
“Ini membuat negara-negara dengan sumberdaya alam melimpah seperti Indonesia harus merespons dengan kebijakan yang menitikberatkan pada ketersediaan pangan bagi rakyat. Juga merupakan tujuan akhir dari pembangunan pangan negara, atau biasa dikenal dengan istilah ketahanan pangan atau food security,” tambahnya.
Sinergi Alumni untuk Kedaulatan Pangan Negeri
Menurut Bachrianto yang biasa disapa Pak Dosen, setingkat lebih tinggi dari ketahanan pangan, dikenal juga kedaulatan pangan atau food sovereignty, yang dimaknai sebagai kebijakan yang lebih menitikberatkan pada kemandirian pangan.
“Termasuk di dalamnya perlindungan kepada petani dan nelayan, serta keberlangsungan ekosistem penyedia pangan, yang dalam konteks ini pesisir, laut dan pulau-pulau kecil,” ucap Bachrianto.
“Kedaulatan pangan sebagai salah satu program prioritas RPJMN 2020-2024, bagi warga IKA Perikanan UNHAS diejawantahkan sebagai upaya mandiri anak negeri untuk meningkatkan penangkapan ataupun penangkaran sumber-sumber protein hayati laut, ikan dan non ikaN, untuk memenuhi kebutuhan sendiri secara mandiri,” tegasnya.
Baca Juga: Terapkan MBKM, Fakultas Perikanan UCM Akan Cetak Jago Wirausaha dan Jago Budidaya
“Dan itu dilakukan dengan cara atau praktik ramah ingkungan, yang berkeadilan secara ekonomi bagi nelayan, dan berkelanjutan secara ekologi bagi sumberdaya pesisir, laut dan pulau kecil,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Menteri Trenggono: Selamat Hari Jadi ke-11, Semoga Suara.com Terus Tumbuh Menjangkau Banyak Pembaca
-
RS Unhas dan Celltech Buka Akses Terapi Stem Cell di Sulawesi
-
Larang Bongkar Pagar Laut, Trenggono Punya Harta Rp 2,6 T, Miliki Julukan 'Bos Menara'
-
Sepakat Bongkar Pagar Laut Tangerang, Menteri KKP Trenggono Kini Menghadap Prabowo di Istana
-
Pernyataan Menteri KKP Trenggono Dikecam, Disebut Lecehkan Militer
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka