Dalam adat Bugis, perempuan yang memilih "Silariang" sama artinya sudah dianggap meninggal. Bagi pasangan ini ada risiko nyawa melayang. Pada tahun 2018, novel ini pernah difilmkan.
Novel ini bercerita tentang kisah cinta Yusuf dan Zulaikha. Yusuf adalah anak pengusaha sukses yang lebih memilih menjadi jurnalis, sementara Zulaikha berasal dari keluarga bangsawan keturunan Raja Bone.
Sepasang kekasih itu memilih untuk "Silariang" atau kawin lari ketika cinta mereka tak direstui keluarga. Keduanya akan diburu untuk dibunuh oleh keluarga yang tak merestuinya.
5. Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki
Baca Juga: Innalillahi, Dua Pendaki Tewas Usai Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung
Novel karya Pepi Al-Bayqunie ini cukup unik. Membahas soal isu identitas gender, jiwa perempuan yang terperangkat dalam tubuh laki-laki.
Calabai adalah bahasa Bugis, yang berarti banci, bencong atau waria. Dalam novel ini dikisahkan soal Saidi sebagai tokoh utama.
Saidi adalah anak laki-laki yang diharapkan bisa jadi panutan dalam sebagai laki-laki dalam keluarga. Karena kedua kakak Saidi adalah perempuan. Akan tetapi kehadiran Saidi menjadi tidak diharapkan, bahkan dianggap mempermalukan keluarga, karena dalam perkembangan usianya Saidi tumbuh secara kemayu atau Calabai.
Sang ayah, puang Baso menempuh berbagai cara untuk menjadikan Saidi lelaki yang "utuh". Sayangnya, keluarga, lingkungan bermain, lingkungan sosial, lingkungan pendidikan, bahkan sampai lingkungan agama di tempat Saidi tinggal, tidak ada yang berpihak kepadanya.
Tak ingin menggoreskan luka lebih dalam di hati orang tuanya, saidi memilih pergi. Pertemuan dengan lelaki sepuh bersurban putih di dalam mimpinya telah membakar gairahnya untuk bertualang ke Segeri, negeri para Bissu.
Bissu adalah pemuka spriritual yang telah melampaui sifat laki-laki dan perempuan di dalam dirinya. Tugasnya sebagai penjaga keseimbangan alam. Disana, Saidi menemukan ilmu warisan leluhur. Dan disana pula ia menemukan jati dirinya sebagai Bissu.
Baca Juga: Epidemiolog Unhas: Kasus Kematian Covid-19 di Sulsel Cenderung Usai Produktif
6. Lontara Rindu
Berita Terkait
-
Adu Kekayaan AKBP Arisandi vs AKBP Rise Sandiyantanti, Suami-Istri Sama-sama Jabat Kapolres!
-
Foto: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Makassar
-
Pantai Galesong, Objek Wisata Alam dengan Segudang Wahana Permainan Seru
-
Pesona Air Terjun Takapala, Wisata Alam di Gowa Sulawesi Selatan
-
Malino Highlands, Objek Wisata Alam dengan Ragam Aktivitas Seru
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Semangat Baru Muhammadiyah Sulsel: Bangun Gedung 13 Lantai
-
3 Wisatawan Asal Wajo Meninggal Dunia di Pantai Harapan Ammani Pinrang
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya
-
Mudik Nyaman Tanpa Khawatir! Ini Upaya Polres Majene Jaga Rumah Warga Selama Libur Lebaran
-
Drama PSU Palopo: Bawaslu Desak KPU Diskualifikasi Calon Wakil Wali Kota?