SuaraSulsel.id - Mantan Gitaris Dewa Putu Adhi merasakan ujian berat. Setelah memutuskan pindah keyakinan. Menjadi mualaf. Memeluk agama Islam.
Kehidupan Dewa sebelum dan setelah memeluk Islam berubah drastis. Sebelum menjadi mualaf, Dewa Putu Adhi sangat mudah mendapatkan uang. Bisa foya-foya hingga pergi ke luar negeri.
Kehidupan itu pun berubah 180 derajat. Setelah hijrah menjadi pemeluk agama Islam. Dewa mengaku jatuh miskin. Sehingga tidak mampu membayar biaya persalinan istrinya di rumah sakit.
Mengutip telisik.id, dalam situasi sulit, Dewa mengaku tidak ingin mencoreng nama mualaf. Dengan mengemis atau meminta bantuan kepada orang lain.
Karena itu, Dewa kerap mengingatkan para mualaf. Agar tidak menjual statusnya sebagai mualaf untuk minta dikasihani.
Kala mendapatkan kesulitan, Dewa pernah menghubungi Ustadz Khalid Basalamah. Dewa meminta Ustadz Khalid Basalamah memberikan doa dan amalan yang bisa dilakukan agar bisa keluar dari masalah hidup.
"Saat itu, dia bilang, sejak kapan manusia diciptakan Allah untuk mencari jalan keluar, Allah menciptakan manusia untuk beribadah. Jadi kalau antum punya kesulitan, ibadah, minta sama Allah," ujar Dewa dalam perbincangan bersama Refly Harun tayang di kanal Youtube.
Ucapan Ustadz Khalid Basalamah menjadi tamparan bagi Dewa. Saat menemani istrinya di rumah sakit, Dewa sering meninggalkan salat Dhuha. Salat dhuhur nyaris dilewatkan.
Dewa kemudian mencari musala di rumah sakit. Kemudian salat dan berdoa kepada Allah.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Sulsel : Banyak Warga Positif Tetap Beraktivitas di Luar Rumah
"Karena baru memeluk Islam, jadi tidak banyak doa yang saya ketahui. Saya cuma berdoa gini, ya Allah selamatkan istri dan anak saya," katanya.
Dewa lantas kembali pada istrinya dan ketika itu pula perawat mengatakan janin di dalam kandungan istrinya harus dikeluarkan lantaran detak jantung bayi sudah tidak ada. Perasaan Dewa kala itu begitu berat.
Secara mengejutkan seorang teman mualaf China menemuinya ke rumah sakit dan langsung membayar lunas biaya rumah sakit. Ia merasa senang bercampur haru.
Hal itu membuatnya merenung dan berkata bahwa manusia kerap lupa pada Allah. Ketika punya kesulitan dan masalah, manusia baru mencari Allah. Sedangkan ketika tengah dibuai kesenangan, mereka enggan menemui Allah.
"Ternyata orang yang kayak saya, minta sama Allah, Allah kasih. Saya beribadah saja belum sempurna, tapi masih Engkau (Allah) bantu," katanya.
Dewa merasa bersyukur karena bayi yang dinantinya itu lahir dengan sehat dan selamat dan tumbuh kembang dengan baik hingga saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bupati Enrekang Gabung Gerindra, Ketua Nasdem Sulsel: Jangan Lupa Diri
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat