SuaraSulsel.id - Provinsi Jiangsu di China timur pada Kamis (22/7) menemukan 12 pasien baru COVID-19 yang terinfeksi di dalam negeri, sehingga total kasus menjadi 23 sejak 20 Juli, dalam wabah lokal pertama sejak pandemi mulai merebak tahun lalu.
Semua 23 kasus itu berada di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, menurut penghitungan terbaru pada Jumat 23 Juli 2021.
Sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh pemerintah Kota Nanjing menyebutkan bahwa 20 pasien baru COVID-19 itu adalah pekerja di bandara Lukou Nanjing.
Nanjing telah memulai pengujian COVID-19 massal terhadap 9,3 juta penduduknya. Menangguhkan jalur kereta bawah tanah yang menghubungkan bandara ke stasiun kereta api, dan menutup beberapa kompleks perumahan.
China melaporkan 48 kasus baru COVID-19 di daratan pada 22 Juli, turun dari 50 kasus pada sehari sebelumnya, kata otoritas kesehatan nasional negara itu.
Dari 48 kasus baru itu termasuk 36 pelancong masuk dan 12 pasien lokal, yang semuanya berada di Jiangsu.
Jumlah kasus baru COVID-19 tanpa gejala, yang tidak diklasifikasikan China sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 35 dari 18 kasus pada sehari sebelumnya.
Di antara kasus tanpa gejala itu, 10 adalah kasus infeksi lokal, yakni tujuh kasus di Jiangsu, satu di Kota Shenyang di timur laut, satu di Kota Zhongshan di selatan, dan satu di daerah He di provinsi timur, Anhui.
Pemerintah Zhongshan pada Kamis malam menyampaikan bahwa penduduk harus menghindari perjalanan yang tidak perlu ke luar kota dan bahwa kota tersebut telah memulai pengujian COVID-19 massal.
Baca Juga: 6 Karyawan Positif Covid-19, Kantor BUMD di Riau Lockdown
Warga yang meninggalkan kota untuk pergi ke luar Guangdong --provinsi tempat Zhongshan terletak-- melalui stasiun kereta api, stasiun jalan raya, pelabuhan, dan stasiun bus antar-jemput harus memberikan bukti tes virus corona negatif dalam waktu 48 hari sebelum berangkat. Persyaratan itu tidak termasuk untuk para pelancong yang tiba hanya untuk transfer perjalanan.
Kasus orang terinfeksi di Zhongshan dan Shenyang telah masuk ke Nanjing sebelum terdeteksi, dan pasien COVID-19 di daerah He adalah suami dari pasien yang dikonfirmasi di Nanjing, menurut laporan otoritas setempat dan media pemerintah.
Akumulasi total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di China daratan sekarang mencapai 92.462, sementara jumlah kematian akibat infeksi virus corona baru tetap tidak berubah, yakni 4.636 jiwa. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini