SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memutus kontrak kerjasama dengan PT Sulsel Citra Indonesia Perserod atau Perseroda Sulsel. Sejumlah aset yang dikelola oleh perusahaan daerah itu disebut nihil setoran.
Hal tersebut bahkan jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Salah satunya adalah pengelolaan insinerator limbah medis.
Perseroda Sulsel diketahui belum menyetor uang bagi hasil atau deviden ke Pemprov Sulsel. Perusahaan yang dipimpin Taufik Fachrudin, ipar Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah itu dicatat BPK masih berhutang hingga Rp 1 miliar.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Sulsel Hasbih Nur mengaku, Perseroda Sulsel sudah melunasi deviden tersebut. Hanya saja kontraknya diputus.
DLH, kata Hasbi ingin mengelola insinerator sendiri. Hasilnya pun bisa menjadi pendapatan asli daerah tanpa harus sistem bagi hasil.
"Sudah kami putus. Kita ingin pengelolaan yang lebih maksimal," ujar Hasbi, Rabu, 16 Juni 2021.
Jika dikelola sendiri, maka Pemprov Sulsel bisa menghasilkan sekitar Rp 360 juta dalam sebulan. Itu pun pihaknya mematok dengan harga yang paling murah, Rp 15 ribu per kilo.
Sementara, jika dikelola oleh Perseroda, mereka mematok harga Rp 30 ribu lebih per kilo. Karena masih memakai jasa transporter oleh pihak ketiga.
"Sampah medis rumah sakit saja sekitar 8 ton per hari. Belum lagi dari klinik untuk obat yang kedaluwarsa.
Kita murah, Rp 15 ribu dibanding daerah lain," tutur Hasbi.
Baca Juga: BPK Minta Uang Perjalanan Dinas Pejabat Pemprov Sulsel Dikembalikan
Tak hanya insinerator, pengelolaan parkir di rumah sakit milik pemerintah juga dikelola oleh Perseroda. Namun hasilnya buntung.
Pihak rumah sakit kemudian memilih menghentikan kerjasama tersebut. Rumah Sakit Labuang Baji misalnya, parkirannya sudah dikelola oleh pihak lain.
Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf Latief mengaku sejumlah temuan BPK memang terkait kerjasama dengan Perseroda. Karena sejumlah aset yang dikerjasamakan hasilnya tidak berjalan baik.
BPK Sulsel merekomendasikan agar mengkaji ulang semua kerjasama tersebut. Tak hanya dengan Perseroda, tapi juga dengan pihak swasta lain.
"Termasuk soal rumah sakit. Mereka kan juga punya target BLUD, salah satunya dari parkir itu. Kalau tidak maksimal, bagaimana mau capai target," ujar Sulkaf.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Tarik Rp85 Juta Tiap Gerai Indomaret
-
Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu
-
Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang
-
Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang