SuaraSulsel.id - Objek wisata di Raja Ampat ini viral. Karena pemandangannya disebut-sebut mirip dengan alat kelamin pria. Namanya pun unik. Objek wisata batu kelamin.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, objek wisata batu ini terletak di Kampung Lopintol, Distrik Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Untuk menuju destinasi ini, dapat dilakukan dengan transportasi perahu dari Warsambim. Dari Waisai menuju Warsambim dapat dilakukan dengan naik Bus Damri dengan biaya Rp 50 ribu per penumpang.
Dari Warsambim, para wisatawan dapat menyewa perahu milik nelayan menuju batu kelamin laki-laki ini, dengan sewa perahu sekitar Rp 500 ribu pergi pulang.
Perahu dari Warsambim dengan menyusuri teluk, menuju ke arah Kampung Lopintol, setelah melewati Kampung Lopintol kemudian tiba di batu ini.
Batu kelamin ini mempunyai nilai religius dan dikeramatkan. Batu tersebut adalah dua batu yang berbentuk mirip alat kelamin laki-laki yang menggantung di atas air, batu ini terdapat pada tebing karst di Teluk Mayalibit.
Sebenarnya kedua batu merupakan stalaktit yang menyerupai alat kelamin laki-laki pada tebing karst di Teluk Mayalibit. Batu ini masing-masing memiliki panjang tiga meter dengan diameter 40 centimeter.
Batu kelamin merupakan tradisi megalitik berkaitan dengan kepercayaan terhadap kekuatan supranatural. Batu alam yang disakralkan dan memiliki kekuatan tertentu.
Menurut cerita penduduk Lopintol, kedua batu sudah ada sejak dahulu kala dan tidak ada keterangan secara jelas tentang asal usulnya.
Baca Juga: Peningkatan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta
Namun batu tersebut dipercaya bahwa dapat memberikan keturunan bagi orang yang tidak mempunyai anak, dengan hanya menyentuhnya atau memegangnya.
Selesai menyentuh atau memegangnya kemudian sebuah uang koin dipersembahkan di ujung batu kelamin laki-laki ini. Kedua batu ini dapat dikategorikan sebagai tradisi megalitik.
Selain akses jalan darat menuju Warsambim, untuk mencapai lokasi batu kelamin laki-laki, dapat dilakukan dengan naik speed boat dari Pelabuhan WTC atau Waisai Torang Cinta.
Perjalanan laut ini melewati pulau-pulau di kawasan Teluk Mayalibit sampai ke sebuah pulau kecil. Di dinding pulau ini lah terdapat dua batu stalaktit yang bergelantungan mengarah ke permukaan air laut.
Untuk satu paket perjalanan ke Teluk Mayalibit, dihargai Rp6 juta, mengelilingi Teluk Mayalibit ke tempat-tempat wisata seperti Kampung Lopintol, Kali Biru, Air Jatuh, dan Batu Kelamin Laki-laki. Perjalanan tersebut menghabiskan waktu enam jam perjalanan pergi pulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Tak Diberi Uang Judi, Suami di Makassar Nekat Parangi Istri dan Habisi Nyawa Sepupu
-
Inklusi Keuangan Melesat, Holding UMi Dorong Literasi dan Akses Investasi Masyarakat
-
8 Fakta Kondisi Sampah di Kota Makassar Perlu Diketahui Warga
-
Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar
-
Viral Perwira Polda Sulsel Asyik 'Party' di THM, Tenggak Miras dan Joget Bersama Wanita