SuaraSulsel.id - Perang tentara Israel dengan Hamas Palestina memperlihatkan kemampuan sistem pertahanan dan senjata. Serangan rudal Hamas ke Israel masih bisa dihalau oleh Iron Dome Israel.
Iron Dome Israel disebut salah satu sistem pertahanan tercanggih di dunia saat ini. Sistem pertahanan udara yang berbasis di darat dan berfungsi menghalau serangan roket dan artileri jarak dekat.
Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, Iron Dome Israel bukan tanpa kelemahan. Terbaru misalnya, Iron Dome sempat kewalahan menghalau serbuan roket Hamas.
Beberapa roket Hamas bahkan menembus sistem persenjataan itu dan akhirnya masuk dan merusak sejumlah bangunan di Israel, serta menyebabkan korban.
Melansir Forbes, Iron Dome hanya mampu mengatasi roket dalam jumlah tertentu. Jika jumlah ini terlampaui, roket yang lain akan masuk.
Baru-baru ini misalnya, Hamas tampak sengaja membanjiri sistem dengan lebih banyak roket daripada sebelumnya. Pada 12 Mei 2020, IDF mengklaim bahwa 850 roket Hamas telah ditembakkan sejak dimulainya eskalasi terbaru.
Selain itu, pasokan rudal Tamir terbatas dan harganya mahal. Sedangkan Hamas dilaporkan telah menimbun ribuan rudal Qassam dan senjata lainnya. Terkadang, Iron Dome meluncurkan dua rudal melawan satu roket untuk memastikan intersepsi.
Tamir adalah rudal seberat 200 pon yang memiliki jangkauan hingga 40 kilometer. Satu buah rudal Tamir diperkirakan US$ 20 ribu atau sekitar Rp 285 juta hingga US$ 100 ribu atau Rp 1,4 miliar (kurs Rp 14.284).
Sedangkan Qassam adalah roket buatan Hamas. Roket itu diproduksi secara lokal, komponen utamanya adalah bodi, yang merupakan pipa panjang baja atau aluminium dengan sirip dilas di atasnya.
Baca Juga: Ada Iran Di Balik Serbuan Roket Hamas ke Israel
Qassam hanya memiliki jangkauan dua mil dan harganya hanya beberapa ratus dolar. Qassam umumnya ditembakkan dalam salvos. Mereka sangat tidak akurat dan hanya dapat ditembakkan ke arah target secara umum.
Mortir dengan waktu terbang yang terlalu pendek untuk ditarget juga menjadi salah satu kelemahan Iron Dome.
Pada 2014, Iron Dome juga kewalahan ketika Hamas berusaha membanjiri Iron Dome dengan peluncuran rudal yang terkoordinasi, dan meminta sekutu untuk menembakkan roket dari Lebanon, Suriah, dan Sinai. Memaksa Iron Dome untuk menutupi area yang lebih luas.
Ke depan, Hamas diprediksi terus mengembangkan strategi mitigasi, termasuk menurunkan lintasan balistik dan meningkatkan presisi.
Iron Dome juga mungkin tidak siap jika melawan musuh dari negara lain, misalnya Korea Utara yang mampu menembakkan 500.000 peluru per jam selama beberapa jam, atau menembakkan puluhan ribu peluru per hari dalam waktu yang lama.
Laju tembakan ini akan dengan mudah membanjiri Iron Dome, yang saat ini sedang diandalkan Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Dosen Viral Ludahi Kasir: Ternyata Belum Dipecat, Begini Nasibnya Menurut LLDIKTI
-
Kecelakaan KM Putri Sakinah Tambah Daftar Panjang Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo
-
Sejarah! Wali Kota New York Dilantik Pakai Al-Quran di Stasiun Kereta Bawah Tanah
-
318 Ribu Penumpang Nikmati Kereta Api Maros-Barru Sepanjang 2025
-
9 Peristiwa Viral Mengguncang Sulawesi Selatan Selama 2025