Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 04 Mei 2021 | 14:30 WIB
Ustadz Rahim Mayau mengajar anak-anak membaca Alquran di Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, Kompleks Mangga Tiga Permai Daya, Kota Makassar / [SuaraSulsel.di / Lorensia Clara Tambing]

Para santri juga tinggal di rumah masing-masing. Jika waktunya belajar, maka mereka akan ke pesantren.

Selain itu, untuk kenyamanan para santri, tempat belajar juga terkadang berpindah-pindah. Kadang di pos ronda, emperan lorong ataupun teras warga.

Ustadz Rahim mengaku, para santri juga tidak hanya fokus belajar Quran. Mereka dibekali soal ilmu fiqih, aqidah islam, bahkan berwirausaha.

Anak-anak salat di Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, Kompleks Mangga Tiga Permai Daya, Kota Makassar / [SuaraSulsel.di / Lorensia Clara Tambing]

"Kami ada 15 guru Iqra dan Alquran dan delapan sanggar cinta Alquran yang kita bangun di sepanjang lorong ini," jelas Ustadz Rahim.

Baca Juga: Santri Pesantren Sunan Drajat Boleh Pulkam, Disewakan 130 Elf dan 8 Bus

Saat ini, bekerjasama dengan Persaudaraan Muslimin Indonesia atau Parmusi, Pesantren Lorong Raudhah sudah mendirikan 23 rumah Quran yang tersebar di Makassar, Maros dan Gowa.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More