SuaraSulsel.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengembalikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Sebesar Rp 18,4 miliar. Usai pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, 9 Desember 2020.
"KPU Kota Makassar telah mengembalikan SILPA hibah pasca-pengelolaan Pilwalkot Makassar 2020 kepada pemkot melalui Kas Daerah Pemerintah Kota Makassar," kata Ketua KPU Makassar Faridl Wajdi, Rabu 21 April 2021.
Pengembalian SILPA tersebut kepada Pemerintah Kota Makassar sesuai dengan hasil penghitungan anggaran yang digunakan selama proses tahapan. Hingga penetapan pasangan calon terpilih.
Farid menjelaskan, besaran pengembalian anggaran tersebut dipengaruhi atas efisiensi anggaran pada belanja kegiatan KPU Kota Makassar pada pengorganisasian logistik dalam pengelolaan Pilwalkot Makassar Tahun 2020.
Selain itu, efisiensi pada lain hal Pilkada Makassar 2020 adalah proses pemilihan yang digelar tanpa adanya calon perseorangan serta nonsengketa di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK) sejak diluncurkan hingga penetapan pasangan calon terpilih.
"Sehingga keadaan tersebut berdampak pada efisiensi, begitupula dilakukan efisiensi pada tiap komponen belanja semua divisi di KPU Makassar," ujarnya.
Sebelumnya, awal penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada Oktober 2019 untuk anggaran pilkada sebesar Rp78 miliar.
Namun belakangan, KPU Makassar mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp6,2 miliar, karena akan digunakan pada penyesuaian honor tenaga ad hoc (petugas sementara) sesuai Surat Edaran Menteri Keuangan, termasuk penambahan alokasi tempat pemungutan duara atau TPS.
Sebab, dari kalkulasi awal, untuk satu TPS maksimal 600 pemilih, hanya saja berubah seiring dengan merebaknya pandemi COVID-19, sehingga aturan baru dikeluarkan maksimal 500 orang per TPS.
Baca Juga: Laporan Terbaru Kasus Covid-19 di Sulsel, Rabu 21 April 2021
Hal itu tentu menambah beban anggaran dari semula sebanyak 2.099 TPS bertambah total menjadi 2.390 TPS tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan se-Kota Makassar.
Total NHPD untuk pelaksanaan pilkada serentak untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar mencapai Rp84,2 miliar lebih, di luar dari pada bantuan anggaran untuk alat pelindung diri yang disiapkan dari APBN kepada sejumlah daerah di Indonesia dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.
Tercatat ada empat pasangan yang dinyatakan resmi bertarung, masing-masing nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse (Danny-Fatma), nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), nomor urut 3, Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan), dan pasangan nomor urut 4, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH (Imun),
Hasil rapat pleno akhir usai penghitungan suara, KPU Makassar menetapkan pasangan nomor urut 1, Danny-Fatma sebagai pemenang, dengan perolehan 218.908 suara atau sebesar 41,3 persen.
Disusul suara kedua pasangan Appi-Rahman 184.094 suara, kemudian di posisi ketiga pasangan Dilan memperoleh 100.869 suara atau 19,0 persen dan di posisi buncit pasangan Imun sebanyak 25.817 ribu suara, dengan persentase 4,9 persen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu
-
53 Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Sultan Hasanuddin Akibat Serangan di Arab Saudi
-
Penyelundupan Kuda Laut Kering Tujuan Kendari Terbongkar
-
Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan
-
Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?