SuaraSulsel.id - KPK kembali meminta keterangan empat orang sebagai saksi. Mereka adalah Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Sari Pudjiastuti, Siti Abdiah Rahman pegawai BUMN, M Ardi pegawai BUMN, dan Sri Wulandari pegawai swasta.
"Pemeriksaan sebagai saksi terkait TPK (Tindak Pidana Korupsi) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu, 14 April 2021.
Dikatakan Ali, pemeriksaan dilakukan di di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Pegawai BUMN, M Ardi, sebelumnya sudah dimintai keterangan pada 23 Maret lalu. M Ardi ini diketahui adalah pimpinan Kantor Cabang Bank Mandiri di Kota Makassar.
Ia pernah diperiksa terkait transaksi keuangan untuk keperluan Nurdin Abdullah.
Sementara, Sari Pudjiastuti disebut sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Dia diboyong ke Pemprov dari Bantaeng, usai Nurdin Abdullah dilantik sebagai Gubernur Sulsel tahun 2019 lalu.
Ruangannya juga sempat digeledah oleh KPK pada bulan Maret lalu, dua hari pasca penetapan status tersangka Nurdin.
Kemarin, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi juga menggeledah 2 rumah kontraktor di Makassar.
"Penggeledahan dilakukan di dua lokasi berbeda di Kota Makassar," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu, 14 April 2021.
Baca Juga: OTT Diduga Kerap Bocor, Mantan Jubir: KPK Semakin Terpuruk!
Dijelaskan Ali, KPK mengamankan sejumlah barang bukti di kediaman pemilik PT Purnama Karya Nugraha (PKN) di Kecamatan Mariso, dan di Kantor PT PKN di Jalan Gunung Lokon Kota Makassar.
"Di lokasi tersebut ditemukan dan diamankan bukti berupa barang elekronik. Diduga terkait dengan perkara," jelasnya.
Ia mengatakan, selanjutnya bukti-bukti ini akan segera diverifikasi dan dianalisa untuk segera diajukan penyitaannya untuk melengkapi berkas perkara penyidikan yang dimaksud.
Ali mengatakan pihaknya terus mendalami kasus yang menyeret Gubernur Sulawesi Selatan non aktif, Nurdin Abdullah. Termasuk mendalami keterlibatan pihak lain.
"Perkembangannya akan kami infokan kembali," ujar Fikri.
Informasi yang diperoleh, pemilik perusahaan tersebut bernama Petrus Yau Lim. Petrus juga diketahui merupakan teman dekat Nurdin Abdullah sejak masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Tradisi Unik Jemaah Haji Sidrap: Singgah di Maros Ma'bello
-
Gubernur Sulsel: Proses Seleksi Paskibraka Sesuai Mekanisme
-
Ini Daftar Direksi dan Komisaris Baru Hasil RUPST PT Vale
-
Tarif Listrik April Hingga Juni 2026 Naik? Ini Penjelasan PLN
-
Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyelundup BBM Subsidi