Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 15 Februari 2021 | 08:09 WIB
Jagung hibrida NASA 29 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan / [Humas Pemprov Sulsel]

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan panen jagung di Desa Unra, Kabupaten Bone. Mendengar keluhan petani.

Masalah yang masih ditemukan adalah sulitnya mendapatkan bibit, pupuk, dan harga yang tidak stabil. Bahkan jatuh saat panen melimpah.

Pemprov Sulsel menggandeng PT Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel dan Bank Sulselbar, untuk mensejahterakan petani di Sulsel. Bekerjasama dengan pemerintah kabupaten.

Pemprov Sulsel sebagai fasilitator, Perseroda sebagai penyangga hasil pertanian, Bank Sulselbar sebagai penyedia modal dan pemerintah kabupaten kota menyediakan lahannya.

Baca Juga: Dilema Guru Honorer di Kabupaten Bone, Dipecat Lewat WhatsApp

"Saya kira sampai hari ini masalah klasik para petani kita ketika mereka mau menanam pasti bibit menjadi soal, ketika mereka mau memupuk pupuk menjadi soal, ketika panen raya harga yang menjadi soal," ungkap Nurdin Abdullah, di lokasi panen raya jagung hibrida NASA 29, di Desa Unra Baru, Kabupaten Bone, Minggu 14 Februari 2021.

Nurdin mengaku ingin menjadikan Kabupaten Bone ini mandiri benih. Setelah melihat panen perdana jagung di area 100 hektare, produksinya luar biasa.

"4 ton benih menghasilkan sampai 13 ton," katanya.

Menurutnya produk NASA 29 sudah diluncurkan Presiden Jokowi, tinggal diperluas di daerah-daerah menjadi mandiri benih.

Kedepan, kerjasama Pemprov Sulsel, Perseroda, Bank Sulselbar dan pemerintah kabupaten kota terus berinovasi untuk meningkatkan jumlah produksi dengan umur pendek.

Baca Juga: Guru Honorer Dipecat Karena Status Facebook, Wakil Bupati Bone Gerak Cepat

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melakukan panen jagung hibrida NASA 29 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu 14 Februari 2021 / [Humas Pemprov Sulsel]

"Tidak lagi setiap tahun benih menjadi soal, apalagi ada inovasi itu di tingkatkan produksinya. Kedepan kita berharap, kita bisa menghasilkan bibit umur pendek dengan produksi lebih besar lagi. Itu harapan kita," kata Guru Besar Kehutanan itu.

Load More