SuaraSulsel.id - Banjir kembali melanda Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (22/1/2021) sore sekira pukul 16.00 WIB. Kali ini banjir di ibu kota provinsi Sulut tersebut menyebabkan pemukiman di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua terrendam hingga lebih dari satu meter.
Dari informasi yang dihimpun Gopos.id-jaringan Suara.com, kawasan di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua yang terrendam, tepatnya di Kompleks Kampus C Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Manado.
Banjir bandang yang terjadi di lokasi tersebut menggenang hingga ketinggian air berkisar 1-1,25 meter. Selain merendam kawasan pemukiman warga, banjir bandang juga ikut merendam kawasan kampus C Poltekkes.
Tak hanya di kompleks kampus C Poltekkes, banjir di Kelurahan Malendeng juga terjadi di kawasan eks pacuan kuda. Di lokasi tersebut ketinggian air mencapai setinggi 1,25 meter.
Akibat banjir tersebut, aliran listrik dipadamkan untuk mencegah timbulnya dampak sengatan listrik terhadap warga yang mengalami banjir.
“Habis Ashar, air mulai naik. Awalnya hanya sampai lutut. Sekarang sudah sampai di dada orang dewasa,” kata warga Kelurahan Malendeng, Nur.
Banjir juga turut melanda kawasan Kecamatan Sario, Kecamatan Wanea. Ketinggian air yang mencapai lebih kurang 75 centimeter membuat banyak warga yang terjebak banjir. Mereka pun berharap tim BPBD dan Basarnas bisa segera datang melakukan evakuasi.
Sebelumnya diberitakan, guyuran hujan lebat yang terjadi di Kota Manado menyebabkan halaman kantor wali kota setempat digenangi banjir.
Tak hanya itu, lalu lintas di depan Kantor Pemkot Manado sempat terjadi kemacetan karena air telah meluap menutupi jalan raya setinggi 30 centimeter hingga 40 centimeter. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari arah Paal Dua harus memutar balik kendaraanya.
Selain itu, banjir di seputaran Lapangan Tikala juga telah menyebabkan lalulintas kendaraan berjalan melawan arah untuk menghindari mogok mesin.
Baca Juga: Halaman Kantor Wali Kota Manado Kebanjiran, Kendaraan Banyak Putar Balik
Dari pantauan Beritamanado.com-jaringan Suara.com hingga berita ini diturunkan, pukul 17.42 Wita, hujan belum juga reda.
Sementara itu, pihak Unit Pelaksana Teknis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi menyatakan pada Jumat (22/1/2021), telah terjadi hujan lebat disertai petir sejak pukul 14.05 WITA.
Akibatnya, tercatat dua wilayah di Provinsi Sulawesi Utara terdampak bencana banjir dan tanah longsor, yakni di Kecamatan Paal 2 Kota Manado, dan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Masuk Kategori Cukup Bebas, Sulsel Jadi Sorotan dalam Rakor Kemerdekaan Pers di Makassar
-
Tanpa Antre di Saudi! Jemaah Haji Embarkasi Makassar Kini Bisa Langsung ke Hotel
-
Andi Sudirman Canangkan Kota Parepare Pusat Pertumbuhan Baru Sulsel
-
Wow! Hampir 50 Persen Penduduk Sulsel Masuk Kategori Penerima Bansos
-
Proyek PSEL Makassar Rp3 Triliun Terancam Gagal, Investor Ancam Bawa ke Arbitrase Internasional