SuaraSulsel.id - Konflik dan emosi pengungsi korban gempa pecah sebelum dan setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Mamuju, Sulawesi Barat.
Sejumlah pengungsi yang membangun tenda di luar Stadion Manakarra ribut dengan oknum Anggota TNI yang meminta mereka pindah ke dalam stadion.
Emosi warga pun direkam dan viral di media sosial. Sampai istana pun harus melakukan klarifikasi.
Presiden Jokowi berkunjung di lokasi pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa kemarin (19/1).
Mengutip dari pojokcelebes.com -- jaringan suara.com, sebelum Presiden Jokowi dan rombongan datang, warga yang memasang tenda di luar stadion mengaku dipaksa masuk ke dalam tenda yang telah disiapkan Kementerian Sosial RI.
Warga mengaku harus masuk menempati tenda yang telah disiapkan Kementerian dan TNI di dalam area lapangan stadion.
Idris pengungsi korban gempa mengaku, sebelum Presiden Jokowi hadir, semua pengungsi harus masuk di area lapangan karena Presiden Jokowi.
Kata dia, pengungsi sempat bersitegang dengan petugas TNI karena diminta membongkar tenda pengungsi. Namun dia bersama sejumlah pengungsi memilih bertahan. Namun akhirnya, tenda mereka terbongkar. Barang – barang pun dipindahkan ke dalam stadion.
”Saya bingung pak, kenapa mesti tenda kami harus dibongkar dan harus pindah ke dalam. Ini bikin capek saja, tapi karena kita ini orang kecil terpaksa saya bongkar pak. Masuk ke tenda baru yang disiapkan. Setelah pak Presiden Jokowi meninggalkan stadion, saya paksa keluar kembali pak dan bangun tenda kembali ditempat semula,” katanya kepada pojokcelebes.com, Rabu 20 Januari 2021.
Baca Juga: Diangkut Hercules, 102 Pengungsi Majene Tiba di Solo
Kisah berbeda disampaikan ibu rumah tangga atas nama Ani. Dia mengaku sangat kesal dengan oknum TNI yang memaksa pengungsi masuk ke dalam tenda baru dalam stadion. Dengan alasan Presiden Jokowi mau hadir di lokasi pengungsian dalam Stadion Manakarra Mamuju.
”Saya juga heran kenapa mesti diatur – atur begini, mau masuk lah karena mau datang Presiden Jokowi. Dan arahannya nanti pulang Pak Jokowi, baru bisa kembali bangun tenda di luar,” ujar ibu tiga anak ini.
Senada dengan Idris, seorang nelayan yang mengungsi bersama 7 anggota keluarganya. Mengaku, tendanya harus dirobohkan. Karena mengikuti perintah TNI.
Salah Satu alasan dirobohkan karena Presiden Jokowi mau datang melihat situasi dan kondisi pengungsi.
Dirinya pun juga ikut kelelahan. Karena dua kali memasang tenda. Tenda ukuran kecil yang mereka gunakan harus dibongkar sebelum Presiden Jokowi masuk di area pengungsian.
”Saya tidak tahu, kenapa mesti begitu. Kita korban gempa, semestinya tidak dikasi capek. Bayangkan tenda saya harus bongkar pasang pak, datang Pak Jokowi tenda saya dibongkar dan pulangnya Pak Jokowi harus saya pasang kembali,” keluhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Polda Sulteng Janji Usut Tuntas Kasus Pembakaran PT RCP Morowali Secara Transparan
-
SMKN 4 Kendari Kembalikan Uang Iuran Siswa Rp200 Juta, Ini Alasannya!
-
DPRD Soroti Penangkapan Aktivis di Morowali: 'Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas'
-
DPRD Sulteng Soroti Penegakan Hukum 'Tebang Pilih' dalam Konflik Tambang di Morowali
-
Kasus Adik Bunuh Kakak di Makassar 'Ujian' Pertama KUHP dan KUHAP