Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Kamis, 24 Desember 2020 | 12:36 WIB
Gereja Katedral Makassar menyambut natal 2020 / [Foto SuaraSulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Misa perayaan malam natal dan ibadah natal 2020 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Gereja diminta untuk melakukan ibadah secara virtual.

Semua gereja juga diminta untuk membatasi umat yang akan melakukan misa malam natal dan ibadah Natal 2020. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pastor Gereja Katolik Katedral Makassar, Romo Wilhelmus Tulak mengatakan, pihaknya tahun ini hanya menyiapkan 500 kursi dari jumlah kapasitas umat 2.000 orang. Hanya umur 18-59 tahun saja yang boleh hadir.

"Itupun kuota sudah terpenuhi karena pendaftaran sudah dilakukan jauh hari," kata Romo Wilhelmus, Kamis (24/12/2020).

Baca Juga: Tim Polresta Surakarta Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

Jam ibadah pun dipersingkat. Jika sebelumnya bisa sampai 2-3 jam, tahun ini hanya 1 jam saja. Kata Romo, tak ada lagi paduan suara seperti sebelum-sebelumnya.

"Jadi ibadah sangat disederhanakan. Ibadah jadi singkat dan tak ada lagi paduan suara seperti sebelum-sebelumnya," tambahnya.

Semua umat yang hadir wajib untuk menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, cuci tangan sebelum masuk ruangan gereja dan diperiksa suhu tubuhnya. Di dalam ruangan juga, kursi dibatasi dengan kaca mika sebagai penanda jaga jarak.

"Jika ibadah sudah selesai, umat langsung pulang. Tidak ada lagi tinggal salam-salaman," jelasnya.

Saluran Ibadah Virtual

Baca Juga: Pemkot Depok Larang Natal Digelar di Gereja, Harus Virtual

Bagi yang tidak mendapat kuota diminta untuk tidak berkecil hati. Umat tetap bisa mengikuti ibadah walau secara virtual (live streaming) di https://youtu.be/8uoiYauNmNk dan https://youtu.be/PyzJSHITnZU

Load More