Muhammad Yunus
Bendungan Karalloe di perbatasan Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu; dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa / [Foto: Humas Pemprov Sulsel]

SuaraSulsel.id - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi pembangunan Bendungan Karalloe tahap II, Sabtu (21/11/2020).

Sudirman melihat perkembangan pembangunan tahap II Bendungan Karalloe yang sudah diatas 80 persen.

Bendungan Karalloe terletak di perbatasan Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu; dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa.

Bendungan yang berlokasi 137 km dari arah tenggara Kota Makassar itu didesain sejak tahun 1997. Bendungan itu memiliki ketinggian 85 meter.

PPK BBWS JP Arfandi mengatakan, bendungan yang dibangun di Kabupaten Gowa ini akan dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Jeneponto.

Pembangunan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang dilakukan dua tahap. Dengan anggaran berasal dari APBN.

Tahap pertama dengan nilai Rp 578 Miliar dan tahap kedua senilai Rp 689 Miliar.

Bendungan Karalloe di perbatasan Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu; dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa / [Foto: Humas Pemprov Sulsel]

"Untuk paket 1 kontrak tahun 2013 dan selesai di tahun 2019. Untuk paket 2, pelaksanaan konstruksi 25 Mei 2018 - 9 Desember 2021. Saat ini progresnya sudah di atas 80 persen," ungkap Arfandi.

Nantinya beragam manfaat atas bendungan itu. Diantaranya irigasi lahan seluas 7.004 hektare, air baku kurang lebih 440 liter/detik, pembangkit listrik tenaga air kurang lebih 4,5 MW, pengendali banjir, konservasi sumber daya air, dan pengembangan pariwisata.

Sasaran dari bendungan ini yakni mampu meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam dari 4 ribu hektare menjadi 7.004 hektare, peningkatan intensitas tanam dari 150% menjadi 250%, dan peningkatan tarif hidup masyarakat.