SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengaku siap menjadi orang pertama di Sulawesi Selatan yang disuntik vaksin Covid-19.
Kebutuhan vaksin sudah diusulkan Pemprov Sulsel ke Kementerian Kesehatan. Rencananya, ada 5 juta jatah vaksin untuk Sulsel. Namun, masih menunggu pengumuman pemerintah pusat.
"Iya (siap) dong. kita harus beri contoh. Presiden saja memberikan contoh yang baik, bahwa vaksin ini sangat penting dilakukan," ujar Nurdin Abdullah di Hotel Four Points Makassar, Rabu (18/11/2020).
Pemprov Sulsel masih menunggu jatah vaksin dari Kementerian Kesehatan. Nurdin meminta masyarakat tidak khawatir dengan efek dari vaksinasi tersebut.
"Itu bukti bahwa pemerintah serius ingin menghadirkan vaksin. Jangan khawatir. Makanya kalau sudah ada instruksi untuk Sulsel, 5 juta (vaksin) misalnya, kita persiapkan untuk vaksin segera," sebutnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Ichsan Mustari mengaku, untuk jatah vaksin hingga kini belum ada kepastian secara nasional. Hanya saja, kuota awal yang mereka dapatkan dari Kemenkes ada 5 juta vaksin.
"Jumlah ini masih bisa berubah, karena awalnya kami kira Sulsel akan dapat 2,1 juta. Ternyata 5 juta vaksin. Tetapi ke depan jumlah ini juga masih bisa terus berubah," jelasnya.
Nantinya proses vaksinasi akan dilakukan berdasarkan peta risiko. Sasaran pertama, kata dia, adalah tenaga medis, relawan, serta mereka yang tergolong ke dalam kelompok rentan.
Tenaga Medis Mulai Latihan Suntik Vaksin
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, 1.099 tenaga medis di Sulawesi Selatan dilatih untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga.
Mereka dilatih oleh Balai Pelatihan Kesehatan yang difasilitasi oleh Pemprov Sulsel. Vaksinator ini berasal dari tenaga medis di 24 kabupaten atau kota di Sulsel.
"Kami terus mempersiapkan diri untuk program vaksinasi Covid-19 secara nasional. Ada 1.099 petugas vaksinasi dari tenaga medis yang telah dilatih," kata Mustari, Rabu (18/11/2020).
Prosedur vaksinasi, kata Mustari, tak boleh sembarangan. Petugas harus betul-betul terlatih untuk melakukan tahapan ini. Nantinya, 1.099 vaksinator yang dilatih ini akan mengajarkan ke tenaga medis lainnya.
"Jadi ini prosesnya berlanjut terus. Mereka yang dilatih saat ini nanti mampu melakukan pelatihan lagi ke tenaga medis lainnya," tambahnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bejat! 2 Orang di Parigi Moutong Diduga Cabuli Anak Selama Dua Tahun
-
Bupati Enrekang Gabung Gerindra, Ketua Nasdem Sulsel: Jangan Lupa Diri
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online