SuaraSulsel.id - Seorang pria di negara bagian Melaka, Malaysia, jadi buronan polisi. Karena nekat menikam seekor anjing hingga tewas.
Kejadian bermula saat anjing milik tetangga pelaku disebut sering menggonggong. Setiap kali pelaku menaiki sepeda motornya.
Karena kesal, pria tersebut mengambil parang dan menusuk anjing itu hingga mati. Berdasarkan laporan dari Asosiasi Satwa Malaysia.
“Pengganas penjenayah haiwan yang tikam dan pakuk Anjing berpemilik hingga mati di Taman Maju, Jasin Melaka kini diburu,” diposting oleh Persatuan Haiwan Malaysia - Malaysia Animal Association dikutip Batamnews -- jaringan Suara.com dari World of Buzz, Senin (9/11/2020).
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (5/11/2020) dini hari waktu setempat.
Berdasarkan Malaysia Animal Association, anjing malang itu dihabisi menggunakan parang. Pria itu diduga membobol rumah pemilik anjing dan juga mengancam pemilik anjing.
Anjing malang tersebut lantas dilarikan ke dokter hewan. Tetapi akhirnya mati karena luka-lukanya sudah parah saat tiba di pusat kesehatan.
Asosiasi Hewan Malaysia berharap pria itu segera dibawa ke pengadilan dengan menerapkan Undang-Undang Kesejahteraan Hewan 2015, yang memberikan denda maksimal 100.000.000 Ringgit Malaysia dan hukuman penjara maksimal tiga tahun.
“Jika terbukti bersalah,” tambah mereka.
Baca Juga: Peluk Istri Orang saat COD Jam Tangan, Pelajar Tewas Ditusuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta