SuaraSulsel.id - Pakar epidemiologi dari Universitas Hasanuddin Makassar meminta masyarakat untuk mewaspadai DBD di musim hujan, meskipun pandemi masih mengancam.
Dilansir ANTARA, pakar epidemiologi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Profesor Ridwan Amiruddin, meminta masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh guna menghadapi pandemi Covid-19 pada musim hujan saat ini.
"Jadi prinsipnya setiap orang harus menjaga imunitas dan kesehatannya, apalagi di musim hujan dengan potensi penyebaran berbagai virus selain corona," katanya di Makassar.
Ia juga menyarankan masyarakat tetap berada di rumah jika tidak ada hal yang terlalu penting untuk ke luar rumah.
"Mending tetap 'stay' di rumah, kalau mesti keluar harus menjaga kondisi nutrisi dan kesehatan kita, harus tetap disiplin menjaga kesehatan," kata Ridwan yang juga Ketua Tim Konsultan Penanganan Covid-19 Sulsel itu.
Masyarakat, katanya, diminta pula tidak abai terhadap protokol kesehatan, sebab kategori zona oranye di Kota Makassar dan Sulsel pada umumnya, bukan berarti penyebaran virus corona telah berhenti.
Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin zona merah kembali dikategorikan untuk wilayah Sulsel, jika masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Ia mengemukakan musim hujan saat ini dengan cuaca dingin berpotensi imbulnya berbagai penyakit, seperti diare dan demam berdarah dengue (DBD).
Ia juga mengatakan tentang pentingnya warga lebih intensif melakukan gerakan 3M, mulai dari penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.
Baca Juga: Saat Pandemi, Sektor Informasi Komunikasi Alami Perbaikan Pertumbuhan
"Gerakan 3M telah dicanangkan pemerintah sebagai upaya paling efektif mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.
Menurut Dosen FKM Unhas itu, penggunaan masker harus diperhatikan, utamanya pada penggunaan secara tepat dan benar.
Sebab, katanya, penggunaan masker yang kurang tepat akan berpengaruh terhadap efektifitas fungsi masker dalam menangkal penyebaran virus corona jenis baru itu.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Penyakit Musiman, Dengue Jadi Beban Negara hingga Nyaris Rp9 Triliun!
-
Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bupati Enrekang Gabung Gerindra, Ketua Nasdem Sulsel: Jangan Lupa Diri
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat