SuaraSulsel.id - Sebelas siswa bersama perwakilan orang tua siswa berunjuk rasa di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Menuntut janji Gubernur Sulsel, yang akan memasukkan mereka ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN).
Ketua Forum Orang Tua Murid Makassar Herman Hafid Nassa yang memimpin aksi mengatakan, sebelas orang siswa tersebut merupakan siswa yang baru lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, mereka dinyatakan tidak lulus. Berdasarkan hasil ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.
Sebelas siswa yang putus sekolah itu masing-masing mendaftar di SMAN 1 Makassar satu orang, SMN 17 Makassar satu orang, SMAN 4 tiga orang, dan SMAN 2 Makassar satu orang.
Mendaftar di SMK 5 Makassar satu orang, SMKN 16 Makassar satu orang, dan SMKN 4 Makassar tiga orang.
Herman menyalahkan cara merekrut sistem PPDB. Sehingga banyak anak-anak yang tidak tertampung menjadi putus sekolah.
Jumlah siswa yang tamat SMP juga lebih banyak dibanding ketersediaan kursi di tingkat SMAN dan SMKN di Kota Makassar.
Karena tidak ingin anak-anak tersebut putus sekolah, kata Herman, orang tua siswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Tujuannya meminta kebijakan Pemerintah Sulsel. Agar anak-anak yang putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuhan Siswa SMP di Deli Serdang
"Sudah ketiga kalinya melakukan aksi ini di Rujab Gubernur Sulsel," kata Herman di depan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (2/9/2020).
Herman mengatakan, aksi pertama dilakukan pada 23 Juli 2020. Aksi kedua pada 12 Agustus 2020.
Saat aksi kedua, aspirasi orang tua murid diterima Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Kala itu, Nurdin memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang sebelumnya menjabat untuk mengakomodir seluruh anak-anak yang putus sekolah di Kota Makassar.
"Mantan Kadis tersebut berjanji dua hari. Namun, masuk hari keempat dia tidak laksanakan, makanya dicopot oleh gubernur Sulsel," kata Herman.
"Kemudian diangkat Kadis Pendidikan yang baru yakni Prof Muh Jufri sebagai kadis yang baru sekarang," Herman menambahkan.
Jufri sudah mengundang orang tua murid dan instansi yang ikut mendampingi siswa-siswa putus sekolah. Melakukan rapat bersama pada 23 Agustus 2020.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan