SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir bandang yang menyapu sebagian kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7/2020).
Nurdin Abdullah yang meninjau langsung lokasi bencana mengutarakan, pihaknya akan mengambil tiga langkah awal untuk menangani banjir bandang.
"Tentu kita prihatin dengan kejadian ini. Saya meyakini Ibu Bupati sangat terpukul dengan kejadian ini. Tapi kami sudah menyampaikan langkah awal kita yang pertama mencari keluarga yang belum ditemukan, itu dulu," ungkapnya seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2020).
Selanjutnya, jelas Nurdin Abdullah, pemerintah provinsi Sulsel akan memastikan ketersediaan logistik bagi korban yang terdampak, seperti air bersih.
Sementara langkah ketiga yang difokuskan pemerintah setempat yakni upaya pemulihan jaringan listrik dan komunikasi.
"Jaringan (komunikasi) supaya kita dapat berkumpul dengan keluarga. Bagaimanapun, jaringan sangat penting, karena dari mana-mana keluarga pasti khawatir. Mau menghubungi keluarganya," sambung Nurdin Abdullah.
Selain itu, Pemprov Sulsel dan Kabupaten Luwu Utara menginisiasi untuk menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Dikatakan Nurdin Abdullah, ia bersama Kapolda, Pangdam dan Kajatidatang datang untuk memberikan dukungan kepada bupati.
Dengan demikian, ia berharap bupati dapat berkonsentrasi menyelamatkan warga dan menyelesaikan kondisi ini dengan segera.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sorong, 3 Meninggal, Salah Satunya Tersengat Listrik
"Dan Bapak Presiden juga sudah menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi ini. Dan beliau langsung memerintahkan Panglima TNI, terus Menteri PUPR, kepala BNPB untuk betul-betul bersatu datang ke Luwu Utara untuk menyelesaikan berbagai hal," ujarnya, memungkasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya