- Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan penggunaan cairan pembasmi serangga pada ikan asin sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen.
- Alumni Unhas Ziaul Haq Nawawi mendorong penerapan metode pengeringan ikan secara tertutup guna mencegah kontaminasi lalat.
- BPOM berkoordinasi dengan kementerian terkait dan menginstruksikan balai di daerah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya insektisida.
Dengan proses yang tepat, pelaku usaha dapat menjaga keamanan produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap ikan asin yang dipasarkan.
Menurut Cawi, pengeringan ikan yang terlindung dari lalat merupakan salah satu langkah yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Pendekatan tersebut perlu disertai praktik sanitasi yang baik dan pengendalian hama yang aman bagi pangan.
Ikan Asin Punya Potensi Pasar Luas
Baca Juga:Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
Di sisi lain, Cawi menilai ikan asin dan berbagai produk ikan kering memiliki peluang usaha yang besar.
Produk tersebut dapat dikembangkan dengan memperbaiki penanganan pascapanen, menjaga mutu, dan memperluas akses pasar.
Jenis produk yang dapat diolah antara lain ikan kerapu, ikan sori, ikan teri, ikan bete-bete, udang, ebi, serta berbagai hasil perikanan lainnya.
Pasarnya pun beragam, mulai dari wilayah pegunungan hingga sejumlah daerah di Jawa Barat dan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Dalam proses pengolahan ikan asin, garam kasar atau garam krosok dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggaraman.
Baca Juga:Riset Nanotheranostics Penanganan Kanker Payudara Mahasiswa Unhas Raih Juara 1
Namun, penggunaan garam dan teknik pengawetan tetap harus memperhatikan standar keamanan pangan serta kebutuhan proses produksi.
Cawi menilai, pengembangan usaha ikan asin tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi.
Pelaku usaha juga perlu memastikan produk aman dikonsumsi agar nilai ekonomi hasil perikanan dapat meningkat tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, BPOM menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas. Kepala BPOM Taruna Ikrar meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak menggunakan pestisida untuk mengusir lalat dari produk yang akan dikonsumsi.
“Jadi pangan, makanan harus aman,” ujarnya.