- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi terpilih secara aklamasi menakhodai Partai Demokrat Sulsel periode 2026-2031 di Hotel Claro Makassar.
- Ketua Umum DPP Demokrat AHY berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi organisasi dan mengawal pembangunan daerah menjelang Pemilu 2029.
- Munafri Arifuddin diberikan waktu paling lama 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan baru bersama tim formatur partai.
SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi resmi menakhodai Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk periode 2026-2031.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat, 23 Oktober 2026 malam.
Appi menjadi calon tunggal setelah mengantongi dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat kabupaten/kota se-Sulsel serta organisasi sayap partai.
Dukungan penuh tersebut mengantarkannya menggantikan Ni’matullah Erbe yang telah memimpin Demokrat Sulsel selama dua periode.
Baca Juga:PSEL Makassar Lanjut atau Batal? Ini Kata Wali Kota Munafri Arifuddin
Hasil Musda diumumkan oleh Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Demokrat, Si Made Rai Edi bersama Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Herman Khaeron.
Terpilihnya Appi menjadi babak baru bagi Demokrat Sulsel. Selain memimpin konsolidasi internal, ia juga dihadapkan pada pekerjaan menyusun kepengurusan baru sekaligus memperkuat posisi partai menjelang Pemilu 2029.
Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut kehadiran Appi sebagai bagian dari keluarga besar partai berlambang bintang mercy tersebut.
"Bung Appi, selamat datang. Welcome to the club. Saya sudah kenal cukup lama dengan Bung Appi," kata AHY.
AHY mengaku telah beberapa kali berjuang bersama Appi dalam dinamika politik sebelumnya. Namun, kini keduanya berada dalam satu partai yang sama dengan Appi mengenakan atribut biru Demokrat.
Baca Juga:Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'
"Saya bersama Pak Ni’matullah paling tidak tiga kali berjuang bersama Bung Appi. Yang membedakan tentunya sekarang warna bajunya menjadi biru. Semakin cerah warnanya," ujarnya.
Di balik pergantian kepemimpinan tersebut, AHY menaruh harapan besar terhadap posisi strategis Sulsel dalam peta politik nasional.
Ia menegaskan Sulsel bukan hanya penting bagi kawasan Sulawesi, melainkan juga menjadi salah satu barometer politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia bagian timur.
Karena itu, AHY menilai kekuatan Demokrat di Sulsel akan turut menentukan masa depan partai di kawasan tersebut, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan partai secara nasional.
Ia meminta kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Appi mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader dan memperbesar peran partai dalam mengawal pembangunan daerah.
"Kita ingin mengawal pembangunan Sulawesi Selatan. Kita pastikan bahwa Partai Demokrat mengambil peran secara langsung," tegasnya.
AHY mengatakan meskipun jumlah kader Demokrat yang menjabat sebagai kepala daerah belum terlalu banyak, partai tetap memiliki kekuatan melalui fraksi-fraksi di DPRD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Kekuatan tersebut harus dimanfaatkan untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menjalankan fungsi pengawasan dan checks and balances agar pembangunan berjalan dengan baik.
Namun, AHY menegaskan, Demokrat tidak boleh berhenti pada peran tersebut. Partai juga harus mempersiapkan diri untuk meraih dukungan masyarakat yang lebih besar pada Pemilu 2029.
"Di 2029 mari kita pastikan mulai hari ini Demokrat mempersiapkan diri sebaik-baiknya," ujarnya.
Bagi AHY, konsolidasi melalui Musda dan musyawarah cabang (Muscab) merupakan bagian penting dari upaya membangun organisasi yang solid.
Proses tersebut harus dilanjutkan dengan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, serta bimbingan teknis bagi para kader.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, semakin kritis dalam menilai partai politik dan para politisi yang menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif.
Karena itu, Demokrat harus mampu menunjukkan kualitas kader yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas.
"Modal utama mendapatkan kepercayaan rakyat adalah integritas. Tapi tanpa kompetensi kita tidak akan ke mana-mana. Sebaliknya, kompetensi tanpa integritas justru berbahaya," katanya.
Ia juga meminta seluruh kader menjaga kedekatan dengan masyarakat, bukan hanya ketika membutuhkan dukungan politik.
Kehadiran partai harus dirasakan secara konsisten, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan ekonomi, kesulitan mendapatkan pekerjaan, penurunan daya beli, hingga bencana.
"Jangan turun pada saat kita membutuhkan saja. Setiap saat turunlah ke lapangan," ucapnya.
Appi Siapkan Kepengurusan Baru
Sementara itu, setelah ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel, Appi mengatakan akan segera menyusun struktur kepengurusan untuk periode 2026-2031. DPP Demokrat memberikan waktu paling lama 30 hari kepada Appi bersama tim formatur untuk merampungkan komposisi pengurus.
Ia memastikan proses penyusunan tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pemetaan akan dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta potensi kader yang tersedia.
Appi juga membuka ruang bagi pengurus lama untuk kembali berkontribusi. Menurutnya, pengalaman dan jam terbang mereka menjadi modal penting bagi keberlanjutan organisasi.
"Pengurus lama punya kelebihan yang harus kita perhatikan. Pengalaman dan jam terbang mereka tentu menjadi perhatian utama kita dalam proses penyusunan struktur organisasi yang baru," ujarnya.
Kata Appi, kepengurusan baru nantinya harus mampu mengakomodasi potensi kader sekaligus memastikan roda organisasi berjalan efektif.
Sebagai kepala daerah yang juga memimpin partai politik, Appi menyadari perlunya pembagian tugas dan tanggung jawab secara proporsional. Ia tidak ingin aktivitas kepartaian mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan di Kota Makassar.
Karena itu, ia menilai struktur organisasi harus dirancang dengan pembagian kerja yang jelas agar tanggung jawab sebagai wali kota dan ketua partai dapat berjalan beriringan.
"Dibutuhkan struktur organisasi dengan anatomi yang memastikan tugas-tugas sebagai kepala daerah tidak terhalangi kegiatan organisasi. Ini memang harus dibagi dengan sangat baik agar tidak ada proses pemerintahan yang terlewatkan," sebutnya.
Appi juga menegaskan komitmennya untuk tetap taat pada aturan dalam menjalankan kedua tanggung jawab tersebut.
Setiap kegiatan kepartaian yang bersinggungan dengan jam kerja pemerintahan akan mengikuti prosedur perizinan administrasi yang berlaku.
Sebagai langkah awal, ia berencana melakukan sosialisasi internal untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus memahami lebih jauh kondisi dan dinamika organisasi Demokrat Sulsel.
Appi mengaku tidak asing dengan perpindahan rumah politik. Kini, ia akan memanfaatkan masa awal kepemimpinannya untuk mengenali kebutuhan organisasi, menyusun strategi konsolidasi, dan menyiapkan kepengurusan yang mampu bekerja hingga akhir masa jabatan pada 2031.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing