- Pengemudi ojek online bernama Afandi menghabiskan waktu tujuh jam untuk mengantre Pertalite di SPBU Cokroaminoto Makassar pada Kamis (10/9/2026).
- Pertamina Patra Niaga mencatat antrean panjang BBM terjadi selama tiga bulan terakhir akibat kenaikan aktivitas logistik, disparitas harga, dan indikasi pelangsiran.
- Pertamina menambah 14 SPBU beroperasi 24 jam sehingga totalnya menjadi 25 titik serta memperketat pengawasan untuk mengatasi kepadatan antrean di Makassar.
SuaraSulsel.id - Afandi hanya bisa menarik napas panjang. Wajahnya terlihat lelah setelah berjam-jam duduk menunggu antrean kendaraan di SPBU Cokroaminoto, Makassar, Kamis (10/9/2026) malam.
Sebagai pengemudi ojek online (ojol), waktu adalah modal. Semakin banyak waktu dihabiskan di jalan untuk mengantar penumpang, semakin besar peluang penghasilannya bertambah.
Namun malam kemarin, sebagian besar waktunya justru habis untuk antre BBM di SPBU.
Sekitar pukul 18.00 WITA, Afandi datang untuk mengisi Pertalite.
Bensin tersebut bukan sekadar bahan bakar untuk motornya, melainkan modal agar ia bisa kembali bekerja keesokan harinya.
Antrean kendaraan saat datang sudah mengular. Situasi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU lain di Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
Afandi mengaku belum pernah menghadapi antrean BBM sepanjang itu.
"Saya belum pernah lihat dan alami antrean BBM di Makassar seperti ini. Panjang kayak ular sampai antreannya itu sudah lawan arus," keluh Afandi.
Jam terus berjalan. Hingga pukul 23.00 WITA, antrean yang diikutinya hanya bergerak sedikit. Namun Afandi tetap bertahan.
Dia tidak punya banyak pilihan. Pertalite harus didapat malam itu agar motornya bisa kembali digunakan mencari penumpang dan rezeki besok harinya.
"Mau paksa isi Pertamax juga kosong. Jadi ya mau bagaimana, terpaksa antre. Kami orang tidak mampu, tidak bisa apa-apa," ungkapnya.
Setelah menunggu berjam-jam, barulah sekitar pukul 01.45 WITA Afandi mendapatkan giliran mengisi BBM.
Artinya, tujuh jam ia berada di SPBU sejak datang sekitar pukul 18.00 WITA. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menarik penumpang justru habis untuk menunggu.
Untuk sekali pengisian, Afandi mengeluarkan sekitar Rp35 ribu. Jumlah tersebut nyaris menghabiskan penghasilannya hari itu yang memang sangat minim.
"Waktu habis dipakai antre di SPBU," katanya.
Bagi Afandi dan pengemudi ojek online lainnya, persoalan antrean BBM bukan sekadar soal harus berdiri atau duduk berjam-jam menunggu giliran.
BBM merupakan kebutuhan utama untuk bekerja. Ketika kendaraan tidak bisa diisi, aktivitas mencari penghasilan ikut terhenti.
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Ia tegaskan ini bukan panic buying, tapi memang sudah kebutuhan.
"Tolong pemerintah, Pertamina jangan alasan bulang panic buying. Kami isi bensin karena memang butuh. Tanki kosong, mau diisi apa?. Mau isi di Pertamini kosong, kalau ada juga dijual mahal," tuturnya.
Antrean Sudah Berbulan-bulan
Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Makassar bukan persoalan yang baru muncul sehari atau dua hari.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat antrean masih terlihat di sejumlah SPBU dalam tiga bulan terakhir.
Bahkan, dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan kembali meningkat, terutama pada penyaluran Pertalite.
Kebutuhan Solar JBT mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Pertamina menyebut peningkatan tersebut dipengaruhi naiknya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.
Pertamina kini memperluas jam pelayanan dengan menambah SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan terdapat tambahan 14 SPBU yang kini beroperasi 24 jam di Kota Makassar.
Jumlah tersebut melengkapi 11 SPBU yang sebelumnya telah menerapkan layanan serupa.
"Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan," ujar Lilik.
Selain memperpanjang jam layanan, Pertamina melakukan marshalling di SPBU yang mengalami antrean padat. Kendaraan diarahkan ke SPBU lain yang memiliki antrean lebih landai.
Pertamina juga menambah alokasi BBM sebesar 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah atau SPBU yang membutuhkan.
Armada mobil tangki turut dioptimalkan dan pola distribusi disesuaikan untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.
Pengawasan terhadap transaksi BBM bersubsidi juga diperketat. Pertamina sebelumnya telah memblokir 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.
"Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif," jelas Lilik.
25 SPBU Beroperasi 24 Jam
Dengan penambahan 14 titik tersebut, kini terdapat 25 SPBU di Kota Makassar yang melayani masyarakat selama 24 jam.
Berikut daftar SPBU tersebut:
1. SPBU 7190277 – Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16
2. SPBU 7390201 – Jalan Perintis Kemerdekaan
3. SPBU 7490104 – Jalan Tentara Pelajar No 79
4. SPBU 7490207 – Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19
5. SPBU 7490208 – Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19 No 8
6. SPBU 7490222 – Jalan Perintis Kemerdekaan No 55
7. SPBU 7490236 – Jalan Gunung Bawakaraeng
8. SPBU 7490238 – Jalan Perintis Kemerdekaan
9. SPBU 7490278 – Jalan AP Pettarani-Jalan Rappocini
10. SPBU 7490288 – Jalan Perintis Kemerdekaan Km 12
11. SPBU 7490295 – Jalan Sultan Alauddin No 258
12. SPBU 7390244 – Jalan Perintis Kemerdekaan No 149, Paccerakkang
13. SPBU 7490103 – Jalan Cendrawasih No 38
14. SPBU 7490109 – Jalan Andalas
15. SPBU 7490110 – Jalan Sultan Hasanuddin
16. SPBU 7490112 – Jalan KS Tubun
17. SPBU 7490115 – Jalan Dr Sam Ratulangi No 122
18. SPBU 7490122 – Jalan Sungai Saddang Baru
19. SPBU 7490202 – Jalan Hertasning No 9
20. SPBU 7490203 – Jalan Sultan Alauddin
21. SPBU 7490204 – Jalan Permandian Alam, Barombong
22. SPBU 7490213 – Jalan Gunung Cermai 101, Tanjung Bunga
23. SPBU 7490231 – Jalan AP Pettarani No 7
24. SPBU 7490232 – Jalan Urip Sumoharjo-Racing Center
25. SPBU 7490234 – Jalan Tamangapa Raya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing