- Pesawat Garuda Indonesia GA604 mengalami pecah ban saat berangkat dari Jakarta menuju Makassar.
- Sebanyak 156 penumpang berhasil dievakuasi dengan aman setelah pesawat mendarat di Makassar.
- Runway Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara untuk penanganan dan pemeriksaan teknis pesawat.
Penanganan pesawat juga berdampak pada operasional landasan pacu.
Untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga, Runway 03–21 ditutup sementara melalui Notice to Airmen (NOTAM) mulai pukul 09.30 hingga 10.30 Wita.
Selama penutupan, pesawat GA604 dipindahkan menuju Parking Stand di Apron untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan teknis.
Tim teknik landasan kemudian melakukan peninjauan terhadap kondisi runway.
Baca Juga:200 Rumah Disulap Jadi Kampung Warna-Warni, Wajah Baru Pintu Masuk Makassar
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi yang dapat membahayakan pesawat lain dan landasan benar-benar siap kembali digunakan.
Setelah proses pemeriksaan dan penanganan selesai, Runway 03–21 kembali dibuka pada pukul 10.30 Wita.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin selanjutnya kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Pgs. General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian mengatakan kesiapan personel dan koordinasi antarpihak menjadi hal utama dalam menghadapi setiap kondisi yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
"Begitu menerima informasi dari Tower AirNav Indonesia, kami langsung melakukan koordinasi dan menyiagakan seluruh unsur yang diperlukan untuk memastikan kesiapan kedatangan pesawat," kata Lukman.
Baca Juga:Evaluasi 1 Tahun Tragedi DPRD Makassar, Appi Sentil Pentingnya Respons Cepat ke Masyarakat
Menurutnya, seluruh proses penanganan GA604 berlangsung secara terkoordinasi hingga pesawat berhasil mendarat dan para penumpang dievakuasi menuju terminal.
"Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman, dan proses penanganan hingga runway kembali beroperasi dapat dilakukan secara terkoordinasi," ujarnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing