- Penjual balon keliling bernama Daeng Raba merasa lebih tenang berjualan setelah Jalan Hertasning Makassar diperbaiki pemerintah.
- Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari Multi Years Project Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk infrastruktur berkualitas tinggi.
- Program pembangunan infrastruktur berlanjut ke tahap kedua dengan total anggaran gabungan mencapai tujuh koma tujuh triliun rupiah.
Sepeda adalah alat untuk mencari penghasilan. Ketika sepeda rusak, perjalanan untuk menjajakan balon ikut terganggu.
Namun kini Daeng Raba tetap mengayuh sepeda yang sama dengan perasaan berbeda.
Jalanan yang dulu membuatnya waswas kini terasa lebih bersahabat.
![Pekerja memasang papan bicara pengerjaan jalan di Jalan Aroepala, Kabupaten Gowa. Proyek tersebut bagian dari Multi Years Project paket I yang hampir selesai dikerjakan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/34168-proyek-jalan.jpg)
Ia tidak perlu lagi terlalu khawatir roda sepedanya masuk lubang. Tidak harus terus-menerus mencari bagian jalan yang paling aman untuk dilewati.
Baca Juga:Sulsel Kekurangan Listrik? Guru Besar Unhas Bongkar Masalah Besarnya
Kini ia bisa berjualan dengan lebih tenang.
"Wah, kalau sekarang sudah nyamang (nyaman). Sudah bagus sekali. Mulus," tutur Daeng Raba.
Penghasilannya sebagai penjual balon mungkin tidak selalu banyak.
Ada hari ketika dagangannya laku. Ada pula ketika hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, setidaknya perjalanan mencari rezeki tidak lagi dibayangi rasa cemas karena kondisi jalan.
Baca Juga:Sulsel Darurat Air dan Listrik Padam, BMKG Ungkap Fakta Ini
Kisah kecil Daeng Raba itu berlangsung di salah satu ruas yang selama bertahun-tahun menjadi jalur padat lalu lintas. Jalan Hertasning menghubungkan kawasan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan menjadi bagian penting dari pergerakan masyarakat maupun aktivitas ekonomi.
Kini, ruas tersebut menjadi bagian dari program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
MYP adalah salah satu strategi Pemprov Sulsel untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dengan pengerjaan yang dirancang berkelanjutan dan tidak berhenti pada perbaikan sementara.
Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,7 triliun yang bersumber dari efisiensi APBD pada tahun 2025-2027.
Salah satu program besarnya adalah rehabilitasi jalan sepanjang sekitar 1.000 kilometer melalui enam paket pekerjaan yang mencakup 83 ruas jalan di berbagai wilayah Sulsel.
Jalan Hertasning menjadi bagian dari Paket 1 bersama sejumlah ruas lainnya. Ada Jalan Aroepala, Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, hingga jaringan jalan yang menghubungkan Gowa, Sinjai dan Bulukumba.