- Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mengerahkan ribuan armada persampahan di empat belas kecamatan untuk mengangkut sampah menuju tempat pemrosesan akhir.
- Pemerintah Kota Makassar menambah puluhan kendaraan baru serta menyiapkan mesin pengolahan sampah guna meningkatkan efisiensi operasional tahun 2026.
- Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan pemilahan sampah serta fasilitas TPS3R untuk mengurangi volume sampah sebelum mencapai tempat pemrosesan akhir.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat kekuatan armada untuk menghadapi tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Makassar mengandalkan ribuan kendaraan dengan berbagai kapasitas untuk mengangkut sampah dari permukiman, kawasan lingkungan, hingga menuju tempat pemrosesan akhir.
Kepala DLH Makassar Helmy Budiman mengatakan, armada persampahan saat ini tersebar di 14 kecamatan dan terdiri dari motor roda tiga, Tangkasaki, dump truck, arm roll truck hingga mobil sampah compactor.
“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” ujar Helmy, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga:Pendataan Sampah Kacau, Wali Kota Makassar Beri Peringatan Keras ke Camat dan Lurah
1.073 Motor Roda Tiga Jadi Ujung Tombak
Dari seluruh jenis armada yang dimiliki, motor roda tiga menjadi salah satu kekuatan terbesar Pemkot Makassar.
Data DLH mencatat terdapat 1.073 unit motor roda tiga yang tersebar di 14 kecamatan.
Sebanyak 760 unit masih dalam kondisi baik dan aktif beroperasi. Sementara 236 unit mengalami rusak ringan dan 77 unit masuk kategori rusak berat.
Selain motor roda tiga, Pemkot Makassar memiliki 221 unit armada Tangkasaki. Sebanyak 183 unit masih dalam kondisi baik dan beroperasi, 35 unit rusak ringan, serta 3 unit rusak berat.
Baca Juga:Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
Untuk armada dump truck atau kendaraan terbuka, tersedia 147 unit. Sebanyak 103 unit masih beroperasi dalam kondisi baik, sedangkan 44 unit mengalami rusak ringan.
Sementara arm roll truck tercatat sebanyak 62 unit. Sebanyak 44 unit masih beroperasi, 18 unit mengalami rusak ringan, dan terdapat 2 unit yang masuk kategori rusak berat.
Pemkot juga memiliki 16 arm roll truck berkapasitas lebih dari 10 meter kubik. Dari jumlah tersebut, 8 unit masih beroperasi, 4 unit rusak ringan dan 4 unit rusak berat.
Adapun mobil sampah compactor tersedia 7 unit, dengan 5 unit masih beroperasi dan 2 unit mengalami kerusakan.
Data tersebut menunjukkan Makassar memiliki armada dengan kapasitas dan fungsi berbeda untuk mendukung rantai pengangkutan sampah dari tingkat permukiman hingga lokasi pembuangan.
Namun, DLH mengakui sebagian armada yang mengalami kerusakan menjadi tantangan yang harus segera ditangani agar tidak mengganggu pelayanan.
Tambah Armada, Pemkot Siapkan Puluhan Kendaraan Baru
Untuk memperkuat armada, Pemkot Makassar terus melakukan pengadaan kendaraan secara bertahap.
Pada 2025, pemerintah telah merealisasikan bantuan 50 unit kendaraan, yang terdiri dari 9 unit dump truck, 11 unit arm roll, serta kendaraan pendukung lainnya.
Memasuki 2026, DLH kembali melakukan pengadaan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll.
“Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll,” kata Helmy.
Penambahan armada juga masih akan diupayakan melalui perubahan anggaran. Namun, realisasinya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Nantinya, pada saat anggaran perubahan, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut,” ujarnya.
Menurut Helmy, penguatan armada tidak hanya dilakukan dengan menambah jumlah kendaraan. DLH juga mulai melakukan transformasi teknologi agar proses pengangkutan dan pengolahan sampah lebih efisien.
“Kami juga mulai beralih secara bertahap menggunakan mesin sampah karena alat tersebut lebih hemat dan mampu mengangkut sampah dalam jumlah yang lebih banyak,” bebernya.
Tak Semua Sampah Harus Berakhir di TPA
Meski kekuatan armada terus ditambah, DLH Makassar menilai persoalan sampah tidak akan selesai jika seluruh sampah hanya diangkut menuju TPA.
Strategi utama ke depan adalah mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.
Sampah rumah tangga harus mulai dipilah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot maupun pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat diproses dan dimanfaatkan kembali.
Untuk mendukung pengolahan tersebut, DLH telah menyiapkan berbagai mesin pengolahan sampah.
Sebanyak 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak dan 24 unit mesin pembubur disiapkan untuk didistribusikan ke wilayah kecamatan melalui fasilitas TPS3R.
Sementara mesin pencacah organik akan diupayakan melalui anggaran berikutnya untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi kompos.
“Mesin pencacah organik itu rencana pengadaan berikutnya, diupayakan pada anggaran pokok, untuk mempercepat proses pembuatan kompos di masyarakat,” katanya.
DLH juga terus memperkuat keberadaan Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sektor (BSS), dan TPS3R di setiap wilayah.
Helmy berharap setiap kecamatan meningkatkan kinerja fasilitas tersebut sehingga semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan sebelum diangkut ke TPA.
“Kami juga berharap setiap kecamatan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Sektor,” ungkapnya.
“Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar,” sambungnya.
Dengan pola tersebut, kekuatan armada tidak hanya digunakan untuk mengangkut sebanyak mungkin sampah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan yang lebih besar.
DLH menargetkan semakin banyak sampah selesai di tingkat rumah tangga, lingkungan dan kecamatan, sehingga beban yang harus dibawa armada menuju TPA ikut berkurang.
“Jadi, semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan di tingkat masyarakat dan wilayah sebelum masuk ke TPA,” pungkas Helmy.