- Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani menyatakan 67 persen pengangguran nasional berasal dari Gen Z pada Rakerkonas APINDO di Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menyiapkan program magang bagi 150 ribu Gen Z dengan gaji yang ditanggung negara selama enam bulan.
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemerintah dan dunia usaha perlu menjaga iklim investasi guna menciptakan lapangan kerja baru yang lebih banyak.
Sementara itu, pemerintah mendorong kalangan dunia usaha untuk lebih aktif membuka kesempatan magang bagi Generasi Z melalui Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda memasuki dunia industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan batch kedua yang akan diikuti 150 ribu peserta dari kalangan Gen Z.
Dalam program tersebut peserta magang akan memperoleh gaji dari pemerintah selama enam bulan sehingga perusahaan tidak dibebani biaya tambahan.
"Kami mendorong program magang Kemenaker untuk Gen Z sebanyak 150 ribu peserta. Saya minta pengurus APINDO ikut mendaftarkan perusahaannya dan menerima peserta magang, karena gajinya selama enam bulan ditanggung pemerintah," ujar Airlangga.
Baca Juga:Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
Menurutnya hasil evaluasi program magang tahap pertama menunjukkan capaian yang cukup baik. Sekitar 60 persen peserta berhasil direkrut menjadi karyawan di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Airlangga menilai keterlibatan dunia usaha menjadi kunci agar generasi muda memiliki pengalaman kerja, keterampilan praktis, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemerintah dan dunia usaha harus berjalan beriringan untuk menjaga iklim investasi agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Kata Dasco, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor perlu dilihat secara menyeluruh.
Sebab di saat yang sama, investasi yang masuk ke Indonesia juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dalam jumlah yang lebih besar.
Baca Juga:Lowongan Kerja Palsu: Mahasiswi di Makassar Disekap Lalu Diperkosa
"Kalau melihat angka PHK maupun potensi PHK, pembukaan perusahaan dan masuknya investasi pada dasarnya akan lebih banyak menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja baru," kata Dasco.
Ia menambahkan kepastian hukum dan regulasi yang kondusif menjadi faktor penting untuk menarik investasi.
Dengan semakin banyak investasi yang masuk, perusahaan akan lebih percaya diri melakukan ekspansi dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
"Pengusaha yang kuat akan membuat Indonesia maju," tutupnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing