- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegur Wali Kota Makassar pada 4 Agustus 2026 karena proyek PSEL lambat.
- Pemerintah Kota Makassar diberi waktu dua minggu untuk menyelesaikan kendala proyek atau penanganannya diambil alih oleh gubernur.
- PT SUS Environment International memastikan fasilitas PSEL dirancang untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari dengan sistem emisi ketat.
Di tengah berbagai polemik tersebut, pihak pengembang, PT SUS Environment International sudah memastikan teknologi yang akan digunakan telah dirancang untuk memenuhi standar lingkungan yang ketat.
Investment Director Indonesia Representative Office PT SUS Environment International, Mikael Jazdzyk menjelaskan fasilitas tersebut nantinya mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Menurutnya, kekhawatiran masyarakat mengenai potensi pencemaran udara telah diantisipasi melalui sistem pengendalian emisi berlapis yang bekerja secara otomatis selama 24 jam.
"Itu benar-benar mematuhi baku mutu emisi udara yang ditetapkan pemerintah. Bahkan emisinya bisa lebih rendah dari standar yang berlaku di Indonesia," kata Mikael.
Baca Juga:Warga Semangat Dukung Program Pilah Sampah, Tempat Sampah Depan Rumah Malah Dicuri
Ia menjelaskan seluruh parameter emisi akan dipantau secara real time. Apabila terdeteksi gas buang yang melampaui ambang batas, sistem akan secara otomatis menghentikan pelepasan emisi dan mengalihkan aliran gas ke fasilitas pengolahan khusus sehingga tidak langsung dilepas ke udara.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing