Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim

Pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global

Muhammad Yunus
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
Jusuf Kalla menghadiri Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026) [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla membuka Rakerkonas APINDO ke-XXXV di Hotel Claro Makassar pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Jusuf Kalla menekankan sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk menghadapi tekanan ekonomi global serta perubahan iklim.
  • Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah mendorong produktivitas sektor ekspor serta menjaga keseimbangan hubungan industrial secara efektif.

Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim seperti fenomena El Nino yang dapat menurunkan produksi pertanian dan berdampak pada daya beli masyarakat.

“Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.

Dorong Produktivitas Daerah dan Ekspor

JK meminta pemerintah daerah terus mendorong produktivitas masyarakat, khususnya sektor yang memiliki potensi ekspor.

Baca Juga:Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Menurutnya, kondisi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda sehingga membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki basis komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut masih memiliki peluang pertumbuhan karena mendapatkan keuntungan dari penerimaan dolar.

“Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.

JK juga mengingatkan agar pemerintah menjaga belanja negara agar tetap efektif. Menurutnya, pengurangan anggaran secara berlebihan dapat berdampak pada melemahnya aktivitas ekonomi, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan bagi sektor kontraktor.

Pentingnya Hubungan Pengusaha dan Buruh

Baca Juga:Dedikasi Tanpa Batas, Mantri BRI Jadi Penggerak Pemberdayaan Ekonomi di Sumatera Utara

Dalam forum pengusaha tersebut, JK juga menyinggung peran Apindo dalam menjaga hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja.

Menurutnya, keseimbangan hubungan industrial sangat penting agar produktivitas ekonomi tetap terjaga.

Ia mengatakan, kebijakan pengupahan harus mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar daya beli pekerja tidak menurun.

“Kalau inflasi tidak dimasukkan dalam perhitungan gaji buruh, maka pendapatan riil buruh akan turun. Kalau pendapatan riil turun, produktivitas juga akan menurun,” jelasnya.

JK berharap Apindo terus menjadi wadah yang memperkuat kerja sama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi selalu mengalami siklus naik dan turun. Karena itu, yang dibutuhkan adalah daya tahan dan semangat untuk terus berusaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini