Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar

Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Muhammad Yunus
Kamis, 23 Juli 2026 | 11:52 WIB
Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menemui Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Gubernur Sulsel menemui Kepala Basarnas di Jakarta pada 22 Juli 2026 untuk mengusulkan penambahan armada dan personel penyelamat di Kepulauan Selayar.
  • Tragedi KM Nurul Salsa mencatatkan 59 korban selamat, tiga meninggal dunia, serta 16 orang yang masih dalam pencarian.
  • Basarnas memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari dengan mengerahkan 200 personel gabungan serta berbagai armada laut dan udara.

Pada hari yang sama, dua jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar setelah dievakuasi menggunakan KN SAR Kamajaya.

Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel.

Seiring masih adanya korban yang belum ditemukan, Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pemerintah daerah.

Baca Juga:Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sesuai standar operasional prosedur, operasi pencarian dan pertolongan pada dasarnya dilaksanakan selama maksimal tujuh hari. Namun, ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan operasi.

"Kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," kata Yudhi.

Selama masa perpanjangan, Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan menyesuaikan area penyisiran berdasarkan analisis arus laut, arah angin, serta hasil pemodelan Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP).

Untuk mendukung operasi tersebut, Basarnas mengerahkan berbagai armada laut dan udara, di antaranya KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, hingga pesawat Boeing 737-200.

Sekitar 200 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur potensi SAR lainnya juga masih diterjunkan dalam upaya pencarian.

Baca Juga:Hoaks atau Fakta? Surat Bupati Gowa Minta Mediasi Gubernur Sulsel

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini