- Menteri ESDM menyatakan kelangkaan BBM di Sumatera Utara dan Selatan disebabkan aksi mogok sopir tangki Pertamina.
- Antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Sumatera tersebut kini telah diatasi dan kondisi berangsur kembali normal.
- Pertamina menambah armada tangki dan mengalihkan pasokan BBM guna mempercepat distribusi serta mengurai antrean di SPBU.
Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan berkurangnya kuota BBM subsidi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok Solar dan Pertalite sebenarnya masih mencukupi.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho dalam keterangan resminya mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan realisasi penyaluran BBM masih berada di bawah rata-rata nasional sehingga tidak ada persoalan dari sisi kuota.
"Realisasi ini masih di bawah rata-rata realisasi nasional. Artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," ujarnya.
Setelah mengidentifikasi hambatan distribusi, Pertamina Patra Niaga langsung mengambil sejumlah langkah percepatan.
Perusahaan menambah sekitar 35 persen armada mobil tangki beserta awak pengemudi untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
Selain itu, pasokan BBM juga dialihkan dari Fuel Terminal Siantar, Kisaran, dan Lhokseumawe guna memperkuat distribusi ke wilayah Medan.
Pertamina turut mengoptimalkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli.
Pada periode 14 hingga 16 Juli 2026, Pertamina mencatat telah menyalurkan lebih dari 6.000 kiloliter BBM per hari ke sejumlah SPBU di wilayah terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengisi kembali tangki penyimpanan SPBU sekaligus mengurai antrean yang sempat terjadi.
Meski kondisi mulai berangsur normal, BPH Migas meminta Pertamina memperkuat sistem pengawasan distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Salah satunya melalui penerapan sistem peringatan dini dan pemantauan armada mobil tangki secara real time sehingga gangguan operasional dapat segera terdeteksi sebelum berdampak pada pasokan BBM di masyarakat.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing