Leang Panninge Perkuat Posisi Sulsel Sebagai Laboratorium Sejarah Manusia Dunia

Sulawesi Selatan kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu wilayah terpenting dalam penelitian sejarah manusia modern

Muhammad Yunus
Kamis, 16 Juli 2026 | 13:25 WIB
Leang Panninge Perkuat Posisi Sulsel Sebagai Laboratorium Sejarah Manusia Dunia
Proses ekskavasi tahun 2023 hingga kedalaman 280 cm di Leang Panninge, Kabupaten Maros. Kotak berukuran 2 x 2 m ini memiliki temuan artefak batu yang sangat melimpah [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Peneliti PKR Arkeologi Sulawesi mengungkap evolusi teknologi manusia selama 40.000 tahun di situs Leang Panninge, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
  • Masyarakat prasejarah di kawasan tersebut secara konsisten mengembangkan alat batu untuk kebutuhan hidup sekaligus menunjang aktivitas seni lukis cadas.
  • Penemuan ini menegaskan peran kawasan karst Maros-Pangkep sebagai laboratorium alam penting dalam memahami sejarah evolusi manusia modern di Asia.

SuaraSulsel.id - Sulawesi Selatan kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu wilayah terpenting dalam penelitian sejarah manusia modern.

Penelitian terbaru di situs Leang Panninge, Kabupaten Maros, Sulsel, mengungkap bahwa kawasan karst Maros-Pangkep tidak hanya menyimpan fosil manusia purba dan lukisan gua tertua di dunia, tetapi juga merekam evolusi teknologi manusia selama 40.000 tahun.

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian kolaboratif Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi yang telah dipublikasikan di jurnal internasional Archaeological and Anthropological Science.

Perwakilan PKR Arkeologi Sulawesi, Budianto Hakim, mengatakan penelitian tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat prasejarah Sulawesi Selatan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi.

Baca Juga:Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan

Menurutnya, pada periode yang sama ketika manusia menghasilkan lukisan cadas tertua di dunia, mereka juga terus mengembangkan teknologi alat batu untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

"Ketika kita berbicara tentang Sulawesi Selatan 40.000 tahun lalu, kita tidak hanya berbicara tentang alat batu, tetapi juga perkembangan seni dan kemampuan berpikir simbolik masyarakat prasejarah," katanya.

Peneliti BRIN, Adhi Agus Oktaviana, menjelaskan salah satu temuan menarik adalah penggunaan teknik bipolar dalam mengolah batu yang diduga berkaitan dengan pemrosesan oker, bahan pewarna untuk membuat lukisan cadas.

Temuan tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk berburu atau bertahan hidup, tetapi juga mendukung aktivitas seni dan budaya.

Kombinasi antara bukti teknologi, seni cadas, serta penemuan manusia purba Bessé' menjadikan kawasan Maros-Pangkep sebagai salah satu laboratorium alam paling penting untuk memahami perjalanan manusia di Asia Tenggara.

Baca Juga:Cap Tangan 67.800 Tahun di Pulau Muna Jadi Seni Cadas Tertua di Bumi

Para peneliti menilai kawasan ini masih menyimpan banyak informasi yang dapat mengubah pemahaman dunia mengenai sejarah evolusi manusia modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini