Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi

Ridwan sudah terbiasa dengan malam-malam panjang mengejar penumpang

Muhammad Yunus
Minggu, 21 Juni 2026 | 12:29 WIB
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
ilustrasi ojol (Khairul Akbar/Unsplash)
Baca 10 detik
  • Ridwan, seorang pengemudi ojek daring di Makassar, bekerja selama 14 jam sehari demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
  • Pendapatan harian Ridwan sering kali tidak sebanding dengan tingginya biaya operasional serta sepinya jumlah pesanan masuk.
  • Data BPS menunjukkan 63,13 persen pekerja di Sulawesi Selatan berada di sektor informal tanpa kepastian perlindungan ketenagakerjaan.

SuaraSulsel.id - Jarum jam hampir menunjuk pukul 23.00 Wita ketika layar ponsel yang terpasang di setang motor Ridwan, driver Ojol, kembali menyala.

Bukan pesanan baru. Hanya notifikasi biasa.

Di salah satu sudut sebuah kedai kopi 24 jam di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pemuda berusia 22 tahun itu menunggu sambil sesekali melirik layar aplikasinya. Sudah beberapa menit berlalu, tetapi belum ada order yang masuk.

"Kalau sekarang memang agak sepi," ucapnya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Baca Juga:Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi

Ridwan sudah terbiasa dengan malam-malam panjang seperti itu.

Sejak 2021, tak lama setelah lulus SMA, ia menjadi pengemudi ojek online. Saat itu pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berlalu dan lapangan kerja semakin sulit ditemukan.

Apa yang awalnya dianggap pekerjaan sementara ternyata menjadi satu-satunya sumber penghasilan hingga hari ini.

"Bukan karena cita-cita jadi ojol. Memang tidak ada pilihan lain, sementara kita butuh makan," ujarnya.

Setiap hari, rutinitasnya nyaris sama.

Baca Juga:Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa

Ridwan, driver ojol di Kota Makassar bekerja dari pagi sampai subuh mencari penumpang untuk menyambung hidup [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Ridwan, driver ojol di Kota Makassar bekerja dari pagi sampai subuh mencari penumpang untuk menyambung hidup [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Pukul 08.00 pagi ia mulai menerima pesanan penumpang maupun layanan antar barang dan makanan. Menjelang siang, sekitar pukul 13.00 Wita, ia pulang sejenak ke rumahnya di Maros untuk beristirahat.

Namun waktu istirahat itu tidak berlangsung lama.

Menjelang magrib, Ridwan kembali menyalakan motornya dan masuk ke jalanan Makassar. Ia baru benar-benar berhenti bekerja sekitar pukul 03.00 dini hari.

Artinya, hampir 14 jam dalam sehari dihabiskan untuk mengejar pesanan.

Semua itu dilakukan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski bekerja belasan jam, penghasilannya tidak selalu sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini