- Polemik muncul di Sulawesi Selatan terkait dugaan diskriminasi dan pergantian peserta seleksi Paskibraka tingkat nasional asal Makassar.
- Kesbangpol Sulsel membantah adanya praktik titipan atau diskriminasi karena penilaian dilakukan objektif berdasarkan akumulasi nilai peserta.
- Pemprov Sulsel menjadwalkan rapat dengar pendapat untuk menjelaskan prosedur seleksi dan memfasilitasi aspirasi peserta yang merasa keberatan.
SuaraSulsel.id - Polemik seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan masih menjadi topik panas publik. Khususnya di media sosial.
Ada banyak pertanyaan dan keraguan publik terkait objektivitas dan transparansi selama proses seleksi.
Suara.com merangkum sejumlah pertanyaan publik dan jawaban yang diberikan Kesbangpol Pemprov Sulsel. Berikut 13 pertanyaan dan jawabannya:
1. Apa yang menjadi awal munculnya polemik seleksi Paskibraka Sulsel?
Baca Juga:Polemik Seleksi Paskibraka: Gubernur Sulsel Pertemukan Peserta Dengan Panitia
Jawaban:
Polemik muncul setelah peserta asal Kota Makassar berinisial CYL disebut tidak masuk tiga besar wakil Sulawesi Selatan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
Informasi itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan dugaan adanya pergantian peserta.
Dugaan rasis dan diskriminasi juga disebutkan dalam pernytaan tertulis yang diunggah akun media sosial resmi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Makassar atau DPPI Kota Makassar.
2. Apa tanggapan Kesbangpol Sulsel terkait isu pergantian peserta?
Baca Juga:Direktur Paskibraka BPIP: Seleksi Paskibraka Sulsel Objektif dan Sesuai Mekanisme
Jawaban:
Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin menegaskan tidak pernah terjadi pergantian peserta.
Ia menjelaskan hingga tahapan akhir belum ada pengumuman resmi mengenai tiga besar peserta yang lolos ke tingkat nasional.
Sehingga istilah pergantian dianggap tidak tepat.
3. Mengapa muncul anggapan adanya peserta yang diganti?
Jawaban: