- Muslim Life Fair 2026 di Makassar menjadi wadah pengembangan ekonomi syariah dan gaya hidup muslim di Indonesia timur.
- Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 brand halal lokal untuk memperkuat ekosistem UMKM dan meningkatkan daya saing pasar.
- Penyelenggaraan acara tersebut berhasil menggerakkan roda ekonomi daerah dengan estimasi nilai transaksi mencapai sepuluh triliun rupiah bagi masyarakat.
Di antaranya kajian keislaman, lomba Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) untuk anak-anak, hingga kelas kewirausahaan dan pemasaran digital.
Kegiatan ini dinilai penting untuk meningkatkan literasi pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital.
Perkembangan gaya hidup muslim di Sulawesi Selatan tidak hanya terlihat dari sisi konsumsi, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat.
Minat terhadap produk halal yang berkualitas, transparan, dan sesuai prinsip syariah semakin meningkat.
Baca Juga:Cek Fakta: Benarkah Proyek Irigasi Ballasaraja Kewenangan Pemprov Sulsel?
Hal ini turut mendorong pelaku usaha untuk berinovasi, baik dari segi produk maupun strategi pemasaran.
Di sisi lain, kegiatan berskala besar seperti ini juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kehadiran ribuan pengunjung turut mendorong perputaran ekonomi di sektor pendukung, seperti transportasi, kuliner, hingga jasa perhotelan.
Dengan tren yang terus berkembang, ekonomi syariah di Sulawesi Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kuat.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong UMKM lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam peta industri halal nasional.
Baca Juga:Dari Smart School hingga Beasiswa, Strategi Pemprov Sulsel Wujudkan Pendidikan Merata