ISNU Kritik Rencana Penutupan Prodi Kependidikan: Jangan Hanya Kejar Target Industri

Harus dibedakan mana persoalan kualitas lulusan dan mana persoalan keterbatasan lapangan kerja

Muhammad Yunus
Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB
ISNU Kritik Rencana Penutupan Prodi Kependidikan: Jangan Hanya Kejar Target Industri
Ilustrasi Mahasiswa yang Berjuang Menyelesaikan Skripsi (Gemini)
Baca 10 detik
  • PW ISNU Jatim di Surabaya mendesak pemerintah agar tidak terburu-buru menutup program studi kependidikan tanpa kajian komprehensif.
  • ISNU Jatim mengusulkan audit nasional serta revitalisasi kurikulum pendidikan guna menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
  • Pemerintah didorong membentuk forum kolaboratif nasional untuk merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang berkelanjutan serta berkualitas bagi masa depan.

SuaraSulsel.id - Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PW ISNU Jatim) menyatakan penutupan Program Studi (Prodi) Kependidikan tidak boleh tergesa-gesa dan menegaskan kesiapannya untuk berdialog dengan pemerintah terkait kebijakan tersebut agar tepat sasaran dan berbasis kajian komprehensif.

"Kami siap jika dilibatkan secara aktif dalam forum dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kami siap memberikan pandangan akademik, sekaligus menawarkan solusi strategis agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Ketua PW ISNU Jatim Prof Dr M Afif Hasbullah di Surabaya, Selasa (28/4).

Afif menekankan kebijakan penutupan program studi, khususnya kependidikan, tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian komprehensif dan tidak semata didasarkan pada kepentingan industri jangka pendek.

ISNU Jatim mengusulkan pemerintah melakukan audit nasional berbasis data terhadap relevansi program studi dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk memetakan faktor penyebab pengangguran lulusan.

Baca Juga:Daftar Prodi Terancam Dihapus, DPR : Hati-hati, Jangan Korbankan Masa Depan Mahasiswa!

“Harus dibedakan mana persoalan kualitas lulusan dan mana persoalan keterbatasan lapangan kerja,” ujarnya.

ISNU Jatim juga mendorong revitalisasi kurikulum program studi, khususnya keguruan, melalui integrasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital, termasuk penguatan soft skills dan konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Afif mengusulkan penerapan kebijakan moratorium selektif dan evaluatif terhadap pembukaan program studi baru dengan standar kelayakan yang lebih ketat.

“Jangan sampai terjadi over supply pada bidang tertentu karena lemahnya kontrol perizinan,” tegasnya.

Menurut dia, penguatan pada bidang keilmuan dasar, baik sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) maupun ilmu sosial dasar, menjadi fondasi utama pembangunan jangka panjang di era transformasi digital.

Baca Juga:BREAKING NEWS: Hasil SNBP 2026 Sudah Keluar! Cek Nama Anda di Sini dan Ikuti Langkah Penting Ini

ISNU Jatim juga mengusulkan skema insentif dan afirmasi dari pemerintah bagi program studi strategis, termasuk dukungan pendanaan, peningkatan kualitas dosen, serta penguatan infrastruktur pendidikan.

“Prodi yang dibutuhkan jangan hanya dibiarkan bertahan, tetapi harus didorong untuk unggul,” tambahnya.

Selain itu, ia mengusulkan pembentukan forum kolaboratif nasional yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan organisasi profesi untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Dalam pandangannya, pendidikan tidak boleh direduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan industri jangka pendek, melainkan sebagai fondasi peradaban.

“Pendidikan dibangun untuk melahirkan peradaban yang unggul, bukan sekadar mengabdi pada kepentingan industri yang sifatnya bisa jangka pendek. Pendidikan harus melampaui (beyond) industri dan teknologi, karena di dalamnya terkandung nilai kemanusiaan, moral, dan etika yang menjadi ruh pembangunan bangsa,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komunitas akademik, ia menegaskan organisasi intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal kebijakan pendidikan agar tetap berpihak pada kepentingan bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini