- Poliklinik mata RSUD dr Hasri Ainun Habibie Gorontalo mencatat peningkatan keluhan gangguan mata akibat penggunaan gawai.
- Penggunaan perangkat digital secara terus-menerus memicu mata lelah, kering, berair, hingga peningkatan miopia pada berbagai kelompok usia.
- Dokter menyarankan masyarakat mengatur waktu penggunaan gawai dan segera memeriksakan kesehatan mata guna mencegah dampak lebih serius.
SuaraSulsel.id - Poliklinik mata Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo Dr Hasri Ainun Habibie mencatat peningkatan keluhan gangguan mata seperti mata lelah, kering dan rabun jauh, terjadi dalam beberapa tahun terakhir akibat penggunaan gadget.
Dokter Spesialis Mata RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo dr Yusnidah Z Ahmad Sp M di Gorontalo, mengatakan tren tersebut seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan masyarakat.
Menurut dia selain katarak yang masih menjadi kasus terbanyak, keluhan akibat penggunaan gawai kini semakin sering ditemui di layanan poliklinik mata.
"Biasanya keluhan mata lelah, mata kering, berair, sampai peningkatan miopia atau mata minus akibat penggunaan gadget dalam jangka panjang,” katanya, Selasa (21/4).
Baca Juga:IPB Ubah Mata Ikan Tuna Jadi Suplemen Cegah Stunting
Ia mengatakan aktivitas melihat layar dalam jarak dekat secara terus-menerus, dapat memperburuk kondisi penglihatan jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup.
"Kondisi tersebut dapat dialami oleh berbagai kelompok usia, terutama kelompok yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan ponsel, komputer, maupun lap top," katanya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai mengatur waktu penggunaan perangkat digital serta memberikan jeda bagi mata untuk beristirahat.
Ia juga menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan kondisi mata ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan, guna mencegah gangguan yang lebih serius.
Baca Juga:Wagub Sulsel Ajak Semua Pihak Selamatkan Generasi Emas dari Bahaya Gadget