- Laskar Garuda Indonesia Bersatu akan menggelar aksi damai di Makassar pada 17 April 2026 membela Jusuf Kalla.
- Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait ceramahnya di UGM mengenai konflik berlatar belakang agama.
- Tokoh agama menilai pernyataan Jusuf Kalla merujuk pada fakta historis penyelesaian konflik Maluku dan Poso masa lalu.
SuaraSulsel.id - Ratusan warga Kota Makassar yang tergabung dalam Laskar Garuda Indonesia Bersatu berencana menggelar aksi damai untuk membela mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026 dengan titik kumpul di Flyover Jalan Urip Sumoharjo dan berlanjut ke kantor DPW PSI Sulawesi Selatan.
Aksi ini digelar sebagai bentuk respons atas polemik ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada pada Maret 2026 lalu yang berujung pelaporan ke kepolisian.
Dalam ceramah bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar”, Jusuf Kalla menyinggung akar konflik di Indonesia yang kerap dipicu ketidakadilan.
Baca Juga:Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..
Ia juga menyoroti bagaimana isu agama seringkali menjadi faktor yang memperkeruh konflik sosial.
Namun, pernyataan tersebut menuai polemik setelah potongan ceramahnya beredar luas di media sosial.
Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut menyinggung aspek sensitif keagamaan.
Jusuf Kalla kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah organisasi, termasuk Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI).
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya pada 12 April 2026.
Baca Juga:Cek Fakta: Benarkah Ceramah Jusuf Kalla Menistakan Ajaran Kristen?
Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menilai pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramah tersebut menyinggung konflik Poso dan Ambon dengan narasi yang dianggap kontroversial, khususnya terkait istilah syahid dalam konteks konflik.
Pernyataan yang dipersoalkan merujuk pada penjelasan Jusuf Kalla mengenai bagaimana dalam konflik, kedua belah pihak kerap menggunakan legitimasi agama untuk membenarkan tindakan kekerasan, sehingga konflik menjadi sulit dihentikan.
Polemik tersebut kemudian memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk di Makassar yang merupakan kampung halaman Jusuf Kalla.
Rencana aksi damai ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap tokoh nasional tersebut.
Dibela Tokoh Agama Non Muslim
Pembelaan terhadap Jusuf Kalla juga datang dari tokoh agama.