- Muhammad Hizran Rafii merintis brand fashion lokal bernama Cambridge di Makassar sejak tahun 2012 setelah meninggalkan pekerjaannya.
- Strategi pemasaran digital melalui marketplace sejak tahun 2023 meningkatkan penjualan Cambridge hingga ratusan produk per hari secara signifikan.
- Pemanfaatan teknologi serta efisiensi operasional dari rumah terbukti efektif mengembangkan bisnis Cambridge hingga meraih predikat Star di Shopee.
SuaraSulsel.id - Nama Cambridge sering membuat orang langsung membayangkan sebuah kota di Inggris.
Nuansa Eropa, kesan klasik, dan aura intelektual seolah melekat pada nama itu.
Namun di Makassar, nama tersebut justru menjadi identitas sebuah brand fashion lokal yang terus berkembang.
Di baliknya ada sosok pengusaha muda, Muhammad Hizran Rafii, yang akrab disapa Iccank.
Baca Juga:Mengapa Harga Plastik Tiba-Tiba Meroket? Simak Dampaknya ke UMKM Kuliner
Bagi Iccank, nama Cambridge bukan sekadar merek. Ada filosofi yang ia tanamkan di dalamnya.
“Kota di Inggris,” kata Hizran, Rabu (8/4/2026).
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Usaha fashion yang dijalankan Hizran sebenarnya bukan bisnis yang muncul tiba-tiba.
Ia merintisnya sejak tahun 2012 dari rumah.
Baca Juga:Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
Saat itu ia melihat peluang besar di dunia fashion anak muda.
Tren pakaian kasual, kaos, hingga hoodie terus berkembang. Melihat potensi itu, Hizran mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Ia memilih meninggalkan pekerjaannya di dunia perbankan dan fokus membangun usaha sendiri.
Langkah itu tentu tidak mudah. Namun keberanian keluar dari zona nyaman menjadi titik awal perjalanan Cambridge.
Dari Offline ke Online
Perjalanan bisnis Cambridge terus berkembang. Pada tahun 2017, Hizran mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan konveksi di Bandung, Jawa Barat.