- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi strategis pada Jumat (3/4) untuk mempercepat penanganan masalah sampah kota.
- Pemerintah Kota Makassar menargetkan peralihan sistem TPA Tamangapa dari open dumping menjadi sanitary landfill dalam beberapa bulan.
- Program prioritas mencakup pengembangan PLTSa dan penerapan konsep pengelolaan sampah hulu ke hilir untuk menciptakan kota bersih.
"Fokus utama kita adalah meminimalisir sampah sejak dari sumber dan mempercepat ekonomi sirkular. Road map ini kita siapkan agar Makassar bisa menjadi contoh dalam pengelolaan persampahan yang modern dan berkelanjutan," tuturnya.
Munafri juga menekankan bahwa target besar dari seluruh upaya ini adalah mewujudkan kota yang bersih dan sehat dimasa akan datang.
Salah satu solusi jangka panjang yang tengah didorong adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
"Lewat solusi kita kerjakan, harapnya Kota Makassar bersih. PLTSa menjadi bagian dari solusi untuk menyelesaikan persoalan tumpukan sampah secara menyeluruh," tegasnya.
Baca Juga:Gaji Rp6 Juta Sebulan, Profesi Juru Parkir Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Makassar
Terkait TPA Antang, Munafri menyebutkan bahwa dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan, sistem pengelolaannya ditargetkan bertransformasi dari open dumping menjadi sanitary landfill.
Proses ini, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berjalan optimal.
"Dalam kurun waktu beberapa bulan, TPA Antang harus sudah beralih ke sanitary landfill. Ini kerja bersama, semua masyarakat harus terlibat," ungkapnya.
Dalam rapat koordinasi yang digelar, Munafri juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis yang tengah berjalan tahun berjalan.
Ia memastikan setiap program dikontrol secara ketat agar tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.
Baca Juga:WFH Pemkot Makassar: Lurah, Camat, Kepala Dinas Tetap Masuk Kantor
"Tadi kita evaluasi program strategis, kita kontrol apa yang masih menjadi kendala. Yang belum maksimal kita dorong untuk ditingkatkan agar semua program berjalan dengan baik," pungkasnya.