- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) dan menyebabkan kerusakan bangunan serta infrastruktur.
- Prajurit TNI dari Kodam XIII/Merdeka segera dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan puing-puing bangunan.
- Personel TNI membantu penanganan rumah rusak serta memberikan imbauan waspada kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif pascabencana alam.
SuaraSulsel.id - Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4), memicu kekhawatiran dan potensi dampak kerusakan.
Merespons cepat bencana alam ini, TNI langsung bergerak dengan mengerahkan prajurit ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu penanganan.
Kapuspen TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan bahwa prajurit TNI dari Kodam XIII/Merdeka segera bertindak untuk memberikan bantuan kepada pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.
Jajaran Korem 131/Santiago menjadi garda terdepan dalam respons cepat ini. Mereka dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak yang paling membutuhkan, khususnya di Kota Manado dan Kota Bitung.
Baca Juga:Warga Loncat Dari Toko Saat Gempa Guncang Manado, Begini Kondisinya
Dua kota ini merupakan pusat aktivitas di Sulawesi Utara dan kemungkinan besar menjadi area yang paling merasakan dampak gempa.
Dalam keterangan resmi yang diterima, Kapuspen TNI merinci berbagai upaya yang dilakukan oleh prajurit di lapangan.
"Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan, hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung,” kata Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
Aulia menjelaskan, di wilayah Kota Manado, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan dari Korem 131/Santiago bersama personel Kodim 1309/Manado melaksanakan evakuasi korban serta pembersihan material bangunan yang rusak, termasuk di sekitar Gedung GOR KONI Sario.
Selain itu, personel juga membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Baca Juga:Gedung KONI Manado Rusak, BMKG: Gempa Akibat Deformasi Kerak Bumi
Sementara itu, di Kota Bitung, satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama personel dari Yonif TP 916/BS turut diterjunkan untuk membantu penanganan dampak gempa.
Kegiatan difokuskan pada penanganan rumah rusak berat serta pemberian imbauan kepada masyarakat pascaterjadinya gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari.
Di wilayah Kodim 1302/Minahasa, kata Aulia, masing-masing satu SST dikerahkan ke wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara.
Personel kata dia memberikan bantuan kepada warga terdampak sekaligus melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menambahkan, kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat.
“Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pascagempa. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu,” ujar Pangdam.