- Gunakan mode Pro untuk mengatur ISO rendah, kecepatan rana 1/20–1/50 detik, serta fokus ke Infinity.
- Apabila tanpa mode Pro, kunci fokus dan turunkan exposure layar hingga detail permukaan Bulan tampak jelas.
- Wajib menstabilkan ponsel menggunakan tripod atau sandaran, serta memanfaatkan timer untuk menghindari getaran saat memotret.
- Gunakan Tripod jika ada.
- Jika tidak ada tripod, sandarkan ponsel di pagar, tembok, atau tumpukan buku.
- Gunakan Timer (3 atau 10 detik) saat menekan tombol rana agar getaran tangan saat menyentuh layar tidak merusak hasil foto.
4. Jangan Gunakan Digital Zoom Maksimal
Baca Juga:Blood Moon Malam Ini! Panduan Lengkap Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Memperbesar gambar (pinch to zoom) secara berlebihan akan merusak kualitas foto (pecah).
- Cukup zoom secukupnya saja (misal 2x atau 3x).
- Lebih baik foto terlihat agak jauh tapi tajam, lalu Anda crop (potong) nanti saat proses editing.
5. Manfaatkan Lensa Tambahan atau Binokular
Jika Anda punya teropong atau binokular:
Baca Juga:Fenomena Langka! Langit Makassar Berubah Merah, Puncaknya Pukul 19.33 WITA
- Tempelkan lensa kamera ponsel tepat di lubang intip binokular. Teknik ini disebut afocal photography dan bisa menghasilkan foto close-up yang luar biasa.
6. Edit dengan Aplikasi (Lightroom/Snapseed)
Foto mentah biasanya terlihat agak pucat. Gunakan aplikasi edit foto:
- Tingkatkan Contrast agar langit lebih hitam.
- Tingkatkan Saturation agar warna merah "Blood Moon" lebih menyala.
- Gunakan fitur Sharpening untuk mempertegas kawah Bulan.