- Seorang mahasiswi Teknik Arsitektur Unhas angkatan 2024 ditemukan meninggal dunia di halaman kampus Kabupaten Gowa, Senin 18 Mei 2026.
- Korban diduga terjatuh dari gedung kampus dan sempat mengirim pesan suara kepada rekannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
- Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut di lokasi kejadian.
SuaraSulsel.id - Seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di halaman Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Gowa. Peristiwa itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 malam.
Korban berinisial PJT ditemukan meninggal dunia di halaman kampus sekitar pukul 20.00 Wita. Ia merupakan mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024.
Berdasarkan informasi awal, korban diduga terjatuh dari salah satu gedung di kawasan Fakultas Teknik.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Baca Juga:Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Ternyata Mau Cari Korban Baru di Surabaya
Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kampus turut berduka atas meninggalnya mahasiswi tersebut.
"Betul (kejadiannya). Kami atas nama Universitas Hasanuddin menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Unhas," ujar Ishaq, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan peristiwa itu pertama kali diketahui saat dua petugas keamanan kampus di Pos 1 Fakultas Teknik, Ardiansyah dan Joni didatangi seorang mahasiswa yang meminta ambulans.
Mahasiswa tersebut melaporkan bahwa ada rekannya yang ditemukan terjatuh di area kampus.
"Dari informasi awal yang diterima, pelapor menyebut korban diduga melompat," katanya.
Baca Juga:Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa di Perantauan Saling Jaga Usai Kasus Kekerasan Seksual di Makassar
Saat laporan diterima, petugas keamanan yang tengah melakukan patroli rutin langsung menghubungi rekan sekuriti lainnya yang berada di sekitar lokasi dekat ruang kelas tempat korban ditemukan.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Yapika. Sayang, nyawanya sudah tidak tertolong.
Dari penelusuran awal pihak kampus, sebelum kejadian korban sempat mengirim pesan suara kepada salah seorang temannya. Pesan tersebut kemudian diteruskan kepada orang tua korban.
Merasa khawatir, orang tua korban bersama beberapa rekannya datang ke kampus untuk mencari keberadaan PJT. Mereka sempat mendatangi pos keamanan untuk meminta akses membuka gedung kampus.
Namun di saat bersamaan, pihak sekuriti mendapat informasi mengenai adanya korban yang ditemukan di area kampus dan telah dibawa ke rumah sakit.
"Jadi orang tua dan teman korban kemudian ke rumah sakit dan mendapati korban memang sudah meninggal dunia," ungkap Ishaq.